Hiswana Migas Diminta Sanksi Pangkalan Elpiji Nakal

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Selasa, 04 September 2018 - 14:29:04 WIB   |  dibaca: 278 kali
Hiswana Migas Diminta Sanksi Pangkalan Elpiji Nakal

BONGKAR MUAT : Mobil agen operasional pengangkut gas elpiji 3 kg sedang melakukan bongkar muat di SPBE PT Multiniaga Karunia Kecamatan Karangtanjung, Senin (3/9).

PANDEGLANG - Pemkab Pandeglang meminta Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) untuk menindak tegas terhadap pangkalan elpiji yang terbukti menjual elpiji 3 kilogram (kg) di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 16 ribu per tabung.


Diketahui, pangkalan elpiji di Kecamatan Karangtanjung menjual elpiji 3 kg dari Rp 20 ribu hingga Rp 24 ribu.Asisten Daerah Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pandeglang, Indah Dinarsiani menyebutkan, yang berwenang memberikan teguran kepada oknum pangkalan adalah  Hiswana Migas. Sebab, pemerintah daerah hanya sebatas melakukan pengawasan. "Kewenangan untuk menegur pangkalan ada di Hiswana Migas. Kami tidak berhak untuk memberikan teguran, hanya mengawasi saja," kata Indah, dihubungi melalui teleponnya, Senin (3/9).


Indah berhadap Hiswana Migas dapat memberikan sanksi tegas kepada pemilik pangkalan yang terbukti menjual elpiji 3 kg di atas harga HET kepada pengecer. "Sesuai laporan kalau ada pangkalan yang menjual elpiji melebihi HET harus ditegur, jangan dibiarkan karena sudah memberatkan masyarakat, apalagi kan elpiji 3 kg ini bersubsidi," harapnya.


Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Pandeglang, Tatang Muhtasar juga menuturkan, sudah melayangkan surat kepada Hiswana Migas untuk memberikan teguran terhadap pangkalan yang menjual harga elpiji 3 kg di atas HET. "Suratnya sudah kita berikan, ditindaklanjuti atau belum kami juga belum tahu. Kami hanya melaporkan ke Hiswana Migas dari hasil temuan adanya oknum pangkalan yang menjual harga gas elpiji 3 kg kepada pengecer Rp 20 ribu," imbuhnya.


Sementara itu, Kepala Keuangan dan Administrasi Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Multiniaga Karunia Kecamatan Karangtanjung, Albert Balsomang menyatakan, tidak memiliki kewenangan untuk menegur pangkalan yang menjual elpiji 3 kg di atas HET. Dia beralasan SPBE hanya menyediakan kebutuhan elpiji untuk masyarakat.

"Kita di sini cuma distribusi. Kalau harga bukan wewenang SPBE, agen hanya beli gas elpiji di sini," katanya.Namun begitu, ia mengaku akan melaporkan informasi tersebut kepada pimpinannya. "Itu kewenangannya ada di Pertamina dan Hiswana Migas, tapi nanti kita sampaikan ke pimpinan," imbuhnya. (yanadi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook