PLTU Labuan Belum Bayar Pajak

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Selasa, 04 September 2018 - 14:30:50 WIB   |  dibaca: 249 kali
PLTU Labuan Belum Bayar Pajak

PANDEGLANG - Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) per 3 September 2018 di Kabupaten Pandeglang baru mencapai Rp 8,5 miliar dari target Rp 23,6 miliar. Masih belum tercapainya target ini disebabkan adanya kebiasaan wajib pajak (WP) membayar pajak di akhir tahun.


Berdasarkan data di Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Pandeglang, ada sejumlah WP dengan nilai cukup besar yang belum memenuhi kewajibannya, di antaranya PT PLN Pembangkit Lontar (PLTU 2 labuan) Rp 1,4 miliar, PT Graha Taman Asri di Kecamatan Cigeulis Rp 208 juta, PT Sandimas Wisatapertiwi di Kecamatan Carita Rp 185 juta, Diniarti di Kecamatan Labuan Rp 89 juta, dan PT Untaian Mutiara di Kecamatan Carita Rp 80,9 juta.


Kabid Penetapan BPPD Pandeglang, Wawan Purnawarman mengatakan, biasanya pembayaran PBB akan banyak masuk di akhir tahun, terutama WP dari perusahaan. Kemudiam untuk PBB di desa secara umum sudah di atas 50 persen. "Biasanya pembayaran PBB itu di akhir waktu kalau dan desa rata-rata sudah di atas 50 persen," jela Wawan, kemarin.


Kepala BPPD Pandeglang, Utuy Setiadi mengatakan, untuk WP PBB terbesar yakni PLTU Labuan hingga saat ini belum ada konfirmasi pembayaran. Padahal pihaknya sudah dua kali melayangkan surat terkait piutang PBB. "Sudah dua kali kita layangkan surat ke PLTU Labuan, namun hingga saat ini belum ada informasi menggembirakan. Jika PLTU Labuan membayar PBB, kontribusinya cukup besar yakni Rp 1,4 miliar," ungkap Utuy.


Utuy menerangkan, banyak kendala dalam pengelolaan PBB, salah satunya adalah soal data yang tidak valid. "Kami masaih punya kelemahannya yaitu data, waktu pendaerahan dari KPP (Kantor Pajak Pratama-red) itu tingkat validasinya nol," terangnya seraya mengatakan pihaknya terus melakukan penertiban data WP PBB.


Terpisah, Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengaku, akan menghubungi pihak PLTU Labuan agar segera melunasi piutang PBB. "Nanti ibu telepon pihak PLTU-nya agar segera melunasi PBB," tegasnya.Tidak lupa Bupati mengapresiasi kinerja BPPD Pandeglang meski dengan segala keterbatasan, terutama soal kantor yang dinilai masih kurang representatif. "Nanti kita alokasikan untuk pembangunan kantornya, karena Bayanjak sudah mencapai target penerimaan pajak daerah," janjinya. (muhaemin)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook