Pejabat Baru Ditenggat 6 Bulan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 04 September 2018 - 16:28:34 WIB   |  dibaca: 367 kali
Pejabat Baru Ditenggat 6 Bulan

SERANG - Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) melantik enam pejabat tingkat pimpinan tinggi pratama hasil lelang jabatan di lingkungan Pemprov Banten dalam apel pagi di lapangan Sekretariat Daerah, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (3/9). Mereka pun diberi waktu enam bulan untuk membuktikan kapasitasnya. Jika tak sesuai harapan, mereka akan langsung dinonjobkan.


Berdasarkan pantauan Banten Raya, keenam pejabat baru yang dilantik itu terdiri atas Ino S Rawita  sebagai Penjabat (Pj) Sekda. Muhtarom untuk jabatan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Yang bersangkutan sebelumnya menjabat sebagai Asisten Daerah (Asda) II Pemkot Tangerang.


Selanjutnya adalah Tri Nurtopo sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPT KP3B di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Banten. Lalu ada nama Tabrani untuk jabatan Kepala Dinas Koperasi dan UKM yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang.


Kemudian, Beni Ismail sebagai Kepala Biro Administrasi Rumah Tangga Pimpinan (ARTP). Sebelumnya Beni menjabat salah satu Kepala Bagian di Biro Umum Setda Provinsi Banten. Terakhir ada nama Ahmad Syaukani yang dilantik menjadi Kepala Biro Umum Provinsi Banten. Syaukani sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum dan Persidangan Sekretariat DPRD Banten.


WH menyatakan, dirinya tidak pernah mengintervensi terkait siapa dan dari mana pejabat yang akan dilantik. Dia tak melihat siapa pejabat yang dilantik, yang terpenting mampu bekerja keras, profesional dan tidak korupsi.

Mantan Walikota Tangerang itu juga mengaku tidak punya kepentingan apapun."Makanya saya tidak ada beban me-nonjob-kan pejabat yang ternyata tidak bisa kerja. Inspektorat dan BKD (badan kepegawaian daerah) awasi para pejabat ini. Kalau ternyata dalam enam bulan tidak ada progres, nonjob-kan saja," ujarnya.


Pria yang gemar memakai topi bundar itu mengaku, pejabat yang dipilih dan dilantik adalah yang terbaik, yang memiliki nilai tertinggi dari tahapan seleksi yang diikuti. Pejabat tersebut bukan pesanan atau kepentingan pribadi.“Ketika saya lantik jangan dicurigai. Ini memang dari yang bersangkutan. Dia yang terbaik. Urutan pertama, tertinggi nilainya. Kalau kebetulan ada dari pihak sana dari pihak sini, itu kebetulan saja,” katanya.


Dalam kesempatan itu juga, WH mengajak seluruh ASN untuk tidak sungkan bersaing mengikuti tes untuk mengisi kekosongan jabatan yang ada.  “Jadi nanti kalo ada kekosongan jabatan, isilah, kalian punya kesiapan untuk ikut dinilai,” himbaunya.


Seperti diketahui, pemprov akan kembali menggelar lelang untuk empat jabatan setara eselon II plus jabatan Sekda Banten. Adapun empat jabatan setera eseon II yang akan dilelang adalah posisi  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Selanjutnya, jabatan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).


Dua posisi lainnya adalah Kepala Badan Pengelolaan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Banten. Dua jabatan terakhir saat ini masih memiliki pejabat definitif. Akan tetapi akan segera mengalami kekosongan karena mereka akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat ini.


Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin mengatakan, pelantikan dilakukan setelah pemprov mendapat rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). “Sudah ada (rekomendasi) dari KASN, (isinya) ya silakan dilantik. Pemprov sudah menjelaskan hal-hal yang diklarifikasi KASN. Kalaupun ada masalah, sudah kita clear-kan. Klarifikasi yang diminta sudah kami jelaskan,” ujar Penjabat (Pj) Bupati Tangerang ini. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook