Sampah Pasar Jadi Tanggungjawab Bersama

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 05 September 2018 - 11:51:15 WIB   |  dibaca: 294 kali
Sampah Pasar Jadi Tanggungjawab Bersama

PENUH SAMPAH : Tumpukan sampah di saluran air Pasar Baru Kranggot akan segera dibersihkan, Selasa (4/9).

CILEGON - Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mulai menindaklanjuti keluhan warga terkait dengan tumpukan sampah yang menutup saluran air di Pasar Baru Kranggot, Kecamatan Jombang, Selasa (4/9). Penanganan sampah tersebut dinilai bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja, melainkan menjadi kewenangan bersama atau multistakeholder.

Pantauan Banten Raya, Selasa (4/9), sampah masih menumpuk di saluran air Pasar Baru Kranggot. Di bibir saluran yang berada di tepi jalan juga terdapat tumpukan sampah bekas pedagang seperti peti buah, kantong plastik, bungkus makanan, serta sayuran. Permukaan air juga tidak terlihat akibat penuhnya sampah di saluran air. Bahkan, di sekitar jembatan, tumpukan sampah hampir menyentuh ke badan jembatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pasar pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon Damanhuri mengatakan, permasalahan sampah di saluran air Pasar Baru Kranggot sudah dibahas. Bahkan, pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan langsung melakukan pengerukan sampah di saluran air.

"Penanganan sampah di Pasar Kranggot juga sebenarnya menjadi tanggungjawab bersama. Multistakeholder mempunyai tanggungjawab yang sama. Bukan hanya pemerintah saja, tapi juga masyarakat baik pedagang maupun pembeli juga memunyai tanggungjawab menjaga kebersihan secara bersama," kata Damanhuri kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Damanhuri, ketika sudah melakukan pembersihan saluran air, pihaknya mengimbau kepada para pedagang dan pembeli tidak membuang sampah di saluran air. Sebenarnya, di sekitar saluran air tersebut juga sudah ada papan larangan membuang sampah di saluran air. "Tapi, papan larangan yang sudah terpasang tidak dihiraukan pedagang dan pembeli," tuturnya.


Dijelaskan Damanhuri, pihaknya ke depan juga akan menyediakan kantong plastik untuk pembuangan sampah para pedagang. Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pasar Baru Kranggot akan menyediakan, dan kantong plastik yang sudah penuh sampah setiap sore akan diambil oleh petugas kebersihan pasar. "Kedepan kami juga akan berkoordinasi dengan Bagian Perekonomian Setda (Sekretariat Daerah) Kota Cilegon untuk membahas relokasi pedagang yang ada di badan jalan dan di tepian saluran air. Sementara ini, sudah pernah dilakukan penertiban oleh pihaknya bersama Satpol PP, tapi dua hari atau tiga hari setelah penertiban, pedagang kembali lagi," jelasnya.


Kepala UPTD Pasar Baru Kranggot Muhibin Hasan mengatakan, petugas kebersihan di Pasar Baru Kranggot saat ini hanya 14 orang. Jumlah tersebut untuk melakukan pembersihan pasar yang cukup luas dinilai tidak maksimal. "Biasanya petugas kami yang membersihkan sampah yang ada di lapak dan di jalan, kalau yang ada di saluran air peralatannya juga terbatas, sehingga dibiarkan. Tapi rutin petugas kami melakukan pembersihan untuk di tempat sampah besar sebelum diangkut pakai truk ke Bagendung oleh petugas kebersihan DLH," katanya.


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) pada DLH Kota Cilegon Mochammad Teddy Soeganda menjelaskan, pihaknya sudah melakukan rapat dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menanggulangi sampah tersebut. Petugas kebersihan dari beberapa OPD akan turun secara manual ke aliran sungai, beberapa peralatan untuk mengeruk sampah dari DPUTR Kota Cilegon. "Selanjutnya sampah yang sudah berada di atas menjadi kewenangan DLH untuk mengangkut," jelasnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook