Pelanggaran Truk Masih Tinggi

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 05 September 2018 - 12:01:09 WIB   |  dibaca: 1008 kali
Pelanggaran Truk Masih Tinggi

NEKAT : Truk dengan muatan berlebih melintas di jalan akses Tol Merak, Kota Cilegon, Selasa (4/9). Kemenhub RI saat ini membatasi beban angkutan barang sesuai dengan golongan kendaraan.

CILEGON - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI masih memberi toleransi kepada truk bermuatan yang overload hingga 50 persen dari batas beban kendaraan yang diizinkan sesuai golongan kendaraan. Pemberian toleransi overload sampai 50 persen itu berlaku sejak 1 Agustus 2018 sampai 1 Agustus 2019. Dimana, angka pelanggaran yang dilakukan sopir truk masih cukup tinggi. Setidaknya, sepanjang 2018 sudah ada sekitar 2.399 truk yang melanggar aturan.


Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Operasional pada Direktorat Pembinaan dan Keselamatan Transportasi pada Kemenhub RI, Jekki Hendri mengatakan, penerapan Over Dimensi dan Over Load (ODOL) sudah diberlakukan Kemenhub RI sejak awal Agustus 2018. Namun, saat ini pihaknya masih memberi toleransi kepada truk yang overload mencapai 50 persen.


"Target kami zero overload, tapi pemberlakuan secara bertahap, saat ini overload 50 persen masih ditoleransi, ke depan toleransi tersebut akan dikurangi sampai 0 persen overload," kata Jekki kepada Banten Raya usai Sosialisasi Pengawasan dan Penindakan Hukum Over Dimensi dan Over Load Angkutan Barang di salah satu hotel di Kota Cilegon, Selasa (4/9).

Jekki menjelaskan, dari Januari sampai Agustus 2018, over dimensi dan overload masih banyak pelanggaran yang dilakukan oleh angkutan barang. Pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dan penindakan terhadap ribuan truk di Indonesia. "Hasilnya masih sangat banyak pelanggaran," jelasnya.


Menurut Jekki, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan di empat lokasi di Pulau Jawa yaitu di Tol Jakarta – Cikampek kilometer (KM) 59, Rest Area Tol Tangerang – Merak KM 68, Pelabuhan Merak, Kawasan Industri Jababeka Cilegon, Rest Area KM 88 Tol Cipularang, Tol Wiyoto Wiyono KM 15, Tol Lingkar Luar Jakarta exit Kebon Bawang, Tol Lingkar Luar Gerbang Tol Rorotan, Tol Purbaleunyi KM 120, Rest Area Tol BSD km 7, Jalan Nasional Kabupaten Subang, Jalan Nasional Tegal -Ajibarang, dan Tol Cipali KM 130 dan 78. "Dari tempat-tempat pemeriksaan kendaraan overdimensi dan overload itu, dari 3.854 kendaraan yang diperiksa, sebanyak 1.455 kendaraan tidak melanggar dan 2.399 kendaraan yang melanggar selama 2018 ini. Pelanggaran didominasi overload yang mencapai 1.662 kendaraan, overdimensi 349 kendaraan, dan 437 pelanggaran administrasi," tuturnya.


Jekki menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap penerapan ODOL yang sudah berlangsung sejak awal Agustus lalu. Jika pelanggaran semakin berkurang, pengurangan toleransi overload bisa dilakukan sampai pada Agustus 2019 bisa zero overload. "Tujuan larangan overdimensi dan overload agar usia jalan semakin panjang, usia kendaraan semakin lama, dan keselamatan perjalanan bisa meningkat," tambahnya.


Diterangkan Jekki, terkait dengan penerapan ODOL, pihaknya mengakui akan ada kebutuhan kendaraan yang lebih banyak. Sehingga, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Gabungan Industri Karoseri Indonesia (Gaikindo) untuk pemenuhan kebutuhan kendaraan baru di Indonesia. "Kami juga meminta kepada para pengusaha atau pemilik barang untuk memuatkan barang pada truk sesuai dengan batas beban kendaraan yang diizinkan sesuai dengan golongan kendaraan," terangnya.


Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Banten Saiful Bahri mengatakan, pihaknya tidak bisa menghalangi peraturan undang-undang, tetapi Ia meminta ada penangguhan waktu untuk penerapan ODOL. "Kalau di Banten belum siap, karena jumlah kendaraan misal sekarang ada 5.000 unit, nantinya harus 10.000 unit," katanya.


Saif'ul meminta agar di Banten tidak diberlakukan pelarangan ODOL. Namun, pihaknya mengaku akan memperbaiki sistem transportasi baik dari kendaraannya maupun dari segi yang lain. "Kalau kendaraan overdimensi harus di potong, kan butuh waktu juga ke karoseri," tegasnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook