Buta Huruf Tinggal 500 Orang

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 05 September 2018 - 13:02:25 WIB   |  dibaca: 272 kali
Buta Huruf Tinggal 500 Orang

HARI AKSARA : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Achmad Zubaidillah (kiri) saat peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Kota Serang tahun 2018, Selasa (4/9).

SERANG- Warga Kota Serang ternyata masih ada yang buta huruf. Jumlahnya mencapai 500 orang. Meski demikian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang menargetkan tahun ini seluruhnya bisa melek huruf.

Kepala Dindikbud Kota Serang Akhmad Zubaidillah mengatakan bahwa data yang didapatkan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tentang buta aksara sampai saat ini masih ada 500 orang yang masih buta aksara. Ia mengaku sudah meminta Bidang PAUDNI agar menuntaskan 500 warga yang masih buta aksara tahun ini juga.


“Saya minta tuntaskan dan sapu bersih semuanya,” kata Zubaidillah usai membuka acara peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Kota Serang tahun 2018 di halaman Museum Negeri Banten, Selasa (4/9).

Zubaidillah mengatakan bahwa mayoritas warga yang buta aksara adalah mereka yang masuk usia produktif antara usia 30-65 tahun. Penyebab mereka buta aksara bermacam-macam. Salah satunya karena menikah di usia dini, sehingga tidak mengenyam pendidikan secara sempurna.


Zubaidillah menyatakan bahwa pemberantasan buta akrasa dilakukan dengan bekerja sama dengan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) dan taman bacaan masyarakat (TBM). Jumlah PKBM di Kota Serang saat ini berjumlah 56 sementara TBM berjumlah 52. Dari jumlah itu 25 di antaranya masih aktif dan sisanya mati suri.“Itu juga akan coba kita hidupkan kembali,” katanya.

Walikota Serang Tb Haerul Jaman yang sambutannya dibacakan oleh Zubaidillah mengatakan bahwa perayaan Hari Aksara Internasional bukan hanya acara seremonial belaka tetapi juga sebagai wujud rasa syukur dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang yang telah mengalami perkembangan signifikan dalam pemberantasan buta aksara.“Kami berharap pembangunan sampai ke depan dapat dilanjutkan dan dikembangkan sehingga masyarakat bisa sejahtera lahir dan batin,” ujarnya.

Kabid PAUDNI Dindikbud Kota Serang Cucum Sumiarsih mengatakan bahwa meski tahun 2018 tinggal empat bulan lagi, namun ia mengaku optimistis target pemberantasan buta aksara tahun 2018 bisa sukses. Sebab gerakan pemberantasan buta aksara sudah dilakukan sejak April, sehingga saat ini hanya tinggal menuntaskan.


Ia mengungkapkan bahwa bila setelah tahun 2018 masih ada warga yang buta aksara maka ada dua kemungkinan penjelasan. Pertama, mereka yang sudah melek aksara kembali buta aksara.Pasalnya orang yang sudah berhasil melek aksara bila tidak dibiasakan atau ditingkatkan dengan terus membaca maka akan kembali menjadi buta aksara. Kedua, adanya warga yang imigrasi dari luar ke Kota Serang.


Karena itu solusinya adalah dengan memotivasi warga belajar, melanjutkan program keaksaraan dasar ke keaksaraan usaha mandiri, dan memberikan keterampilan yang berorientasi pada ekonomi warga belajar tersebut. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook