Kantor Berita FIN Diluncurkan

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Rabu, 05 September 2018 - 14:35:02 WIB   |  dibaca: 421 kali
Kantor Berita FIN Diluncurkan

APRESIASI : Wakil Presiden RI Yusuf Kalla meresmikan peluncuran Kantor Berita Fajar Indonesia Network di Aula Utama, Wisma Antara, Jakarta Pusat, Selasa (4/9).

JAKARTA - Di tengah perkembangan teknologi dan persaingan semakin pesat. Media dituntut terus melakukan inovasi dalam menyajikan informasi kepada masyarakat. Demikian diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada acara Grand Launching Kantor Berita Fajar Indonesia Network (FIN) di Aula Utama, Wisma Antara, Jakarta Pusat, Selasa (4/9).


Jajaran pimpinan FIN hadir diantaranya CEO FIN Alwi Hamu, Direktur Utama Agus Salim dan lainnya. Untuk diketahui FIN merupakan kelompok media terdiri dari 90 media cetak yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di dalamnya Radar Banten Group.


Jusuf Kalla mengapresiasi FIN sebagai kantor berita. "Saya tentu mengapresiasi bahwa Fajar, yang dulu terbit dari timur sekarang sudah menjangkau nasional, dulu fajar koran yang merangkak, itu tentu membutuhkan banyak orang yang inovatif," ujarnya.


JK menegaskan, saat ini media terus mengalami perubahan di tengah ketatnya persaingan. Kondisi ini, memerlukan inovasi dan kecepatan terbaik. Jaman dulu, berita dua hingga tiga hari masih menarik untuk dibaca. Sekarang sudah tinggal menghitung menit. “Media memerlukan inovasi dalam suasana persaingan,” katanya.


Lebih lanjut, JK mengatakan, media cetak seperti koran merupakan hasil para intelektual. Ke depan, koran diharapkan menjadi analisa, tempat dimana orang-orang berpikir. Sehingga koran harus memiliki kemampuan untuk menyajikannya.

Ia mencontohkan, koran-koran di luar negeri seperti Singapura dan Washington Amerika Serikat sudah lebih dahulu melakukannya. “Situasi sekarang, tentu media memberikan pegangan kepada masyarakat. Menjadi penasihat, menjadi analisa. Maka pembaca juga menjadi pintar, membantu bangsa ini menjadi lebih baik," katanya.


Pria asal Sulawesi itu menekankan agar media, selain dapat memberikan informasi yang mendidik, independen, positif dan jujur, media juga bisa memberikan pelajaran yang baik kepada Bangsa. "Bagaimana (koran-red) menjadi informatif yang positif kepada masyarakat,” katanya.


CEO FIN Alwi Hamu mengatakan, sejak awal berdiri, pihaknya terus melakukan inovasi-inovasi. Perubahan teknologi menuntut semua media terus melakukan perubahan-perubahan. “Karena (perkembangan teknologi-red) itulah kita melakukan hal-hal yang baru,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Alwi Hamu menceritakan beberapa pengalaman dari setiap perubahan yang dialaminya. Diantaranya, suara mesin ketik di awal penggunaan komputer dianggap tetap harus ada di kantor sebagai inspirasi.


Kita melakukan inovasi-inovasi. Dulu di awal masuk dunia pers. Kantor Berita Antara menjadi rujukan. Di daerah seperti Makasar, Medan, berdatangan dari Jakarta. Kenapa akhirnya koran-koran. “Teknologi yang luar biasa mendorong kita melakukan banyak hal. Ada istilah koran cetak kalah dengan elektronik. Tapi itu tidak seratus persen benar semua,” terangnya.


Ia juga menjelaskan, kehadiran FIN memiliki prinsip, bijak jelas tak berpihak. Kata dia, saat ini arah pemberitaan good news is the best news. Berbeda dengan sebelum-sebelumnya yaitu bad news is the best news. “Apakah tidak bisa mengkritik. Tapi bagaimana yang dikritik tetap tertawa,” katanya. (satibi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook