Selamatkan Anak, Asep Terbakar

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Rabu, 05 September 2018 - 14:38:52 WIB   |  dibaca: 371 kali
Selamatkan Anak, Asep Terbakar

DIOBATI : Keluarga korban memberikan pengobatan kepada Asep yang berbaring merasakan sakit setelah tangan dan kaki terbakar usai rumah mertuanya terbakar, Senin (3/9) malam.

PANDEGLANG - Rumah milik Mustopa (62), warga RT 01/RW 01, Kampung Pasirkoer Sigargandung, Desa Kubangkondang, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang, ludes terbakar, Senin (3/9) malam. Kebakaran diduga dipicu dari bensin yang menguap dan tersambar api lilin.


Akibat kebakaran itu, Asep (32), menantu Mustopa dilarikan ke Puskesmas Cisata karena mengalami luka bakar di bagian tangan dan kakinya setelah menyelamatkan Maesa (11) anaknya yang sedang tertidur lelap.


Informasi yang dihimpun Banten Raya, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Api pertama kali diketahui Iroh (46), tetangga korban saat sedang duduk di depan rumahnya.
Malam itu, Iroh melihat rumah korban mengeluarkan asap tebal disertai percikan api.

Sontak, Iroh pun berteriak memanggil korban beserta keluarganya untuk menyelamatkan diri dan meminta bantuan kepada warga. Warga yang mendengar teriakan Iroh langsung mendatangi rumah Mustopa untuk memberikan bantuan memadamkan api menggunakan alat seadanya.


Sekitar 30 menit, mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang datang ke lokasi. Satu jam kemudian api dapat dijinakkan. "Saya kan waktu kejadian lagi makan keripik di teras rumah. Tiba-tiba atap rumah Pak Mustopa mengeluarkan api. Saya kan kaget langsung berteriak saja minta tolong," ungkap Iroh, ditemui di rumahnya.


Mustopa mengatakan, kondisi menantunya saat ini sudah mulai membaik setelah mendapatkan pengobatan dari Puskesmas Cisata. "Sudah mulai sembuh, sekarang dia kita rawat di rumah. Doanya saja mudah-mudahan lukanya bisa segera sembuh total," tuturnya.


Dia menjelaskan, peristiwa kebakaran yang menimpa rumahnya dipicu dari bensin di dalam rumahnya yang secara tiba-tiba menyambar lilin. "Waktu kejadian saya kan lagi membungkus bawang putih ke plastik buat jualan eceran pakai api dari lilin. Saya lupa kalau di dalam rumah ada bensin yang gak tertutup rapat, bensin pun menyambar ke lilin yang saya pakai. Api langsung membesar," ujarnya."Pengennya dapat bantuan, motor dan semua perabotan rumah, seperti kursi, tempat tidur kebakar semua gak ada yang tersisa," katanya lagi.


Kasi Pemadam Kebakaran, Kedaruratan, dan Logistik BPBD Pandeglang, Endan Permana menyatakan, korban sudah didata untuk segera diberikan bantuan. "Untuk kerugian sementara mencapai Rp 80 juta. Insya Allah dalam waktu dekat korban akan kita berikan bantuan sembako dan peralatan rumah tangga," terangnya. (yanadi)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook