Ade Aryanto Jabat Pj Walikota Serang

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 05 September 2018 - 14:40:54 WIB   |  dibaca: 746 kali
Ade Aryanto Jabat Pj Walikota Serang

Ade Aryanto (Kepala Kebangpol Banten).

SERANG - Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menunjuk Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten Ade Aryanto sebagai Penjabat (Pj) Walikota Serang. Yang bersangkutan akan memimpin Ibukota Banten sejak akhir September ini.


Seperti diketahui, Kota Serang akan mengalami kekosongan pimpinan setelah Walikota dan Wakil Walikota Serang Tb Haerul Jaman-Sulhi Choir mengajukan pengunduran diri. Pengunduran diri dilakukan karena keduanya maju sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg).


Jaman maju sebagai calon wakil rakyat untuk DPR RI dari Partai Golkar untuk daerah pemilihan (dapil) Banten II meliputi, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Cilegon. Sementara Sulhi menjadi bacaleg dari Partai Perindo untuk kursi DPRD Provinsi Banten dari dapil Kota Serang.


Normalnya, jika Jaman-Sulhi tak menjadi bacaleg mereka baru akan lengser dari jabatannya pada 4 Desember 2018.  “Sudah (ditunjuk). Kepala dinas, Pak Ade dari Kesbangpol,” ujarnya kepada wartawan usai menghadiri rapat paripurna DPRD Banten di Sekretariat DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (4/9).


Mantan Walikota Tangerang itu menuturkan, saat ini nama Ade Aryanto sudah diajukan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo untuk mendapatkan persetujuan. Adapun alasan menunjukan Ade dikarenakan yang bersangkutan pernah bertugas di Pemkot Serang. “Dia pernah di situ. Paling enggak dia tahu (kondisi Kota Serang),” katanya.


Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Banten Gunawan Rusminto mengatakan, untuk teknis pelantikan akan dilakukan setelah KPU merilis daftar calon tetap (DCT) Pemilihan Legislatif (pileg) 2019. “Kemungkinan dilantik setelah DCT ditetapkan. Kalau malamnya DCT (ditetapkan), pagi atau siang esok harinya sudah bisa dilantik,” ungkapnya.


Sementara itu, Komisioner KPU Kota Serang Fierly Murdliat Mabrurri menyatakan, persyaratan pencalonan legislatif tertuang dalam peraturan KPU nomor 8 tahun 2018. Di sana disebutkan bahwa profesi kepala daerah, TNI, Polri, Pegawai BUMD dan BUMN serta ASN atau profesi yang mendapat gaji dari keuangan negara atau keuangan daerah harus mundur dari jabatan.“Sepanjang menerima uang atas profesi dari keuangan negara atau keuangan derah harus mundur dari jabatan,” tuturnya.


Fierly menambahkan, bahwa berkas surat pengajuan pengunduran diri harus melampirkan tiga jenis dokumen. Dokumen pertama surat pengajuan pengunduran diri kepada instansi berwenang. “Kalau dia Walikota dan Wakil Walikota harus mengajukan pengunduran diri kepada Gubernur Banten,” jelasnya.


Sedangkan dokumem kedua yakni tanda terima surat pengunduran diri dari instansi berwenang dan ketiga surat pernyataan pihak berwenang sedang memeroses pengunduran diri yang bersangkutan. Untuk surat telah dinyatakan mengundurkan diri tersebut, kata Fierly harus sudah diterima KPU Kota Serang satu hari sebelum penetapan DCT yang akan ditetapkan pada20 September 2018.“Jadi surat telah dinyatakan mengundurkan diri harus masuk ke kita pada 19 September 2018, sehari sebelum penetapan,” ujarnya.


Terpisah, Ade Aryanto mengaku belum mengetahui jika dirinya ditunjuk sebagai Pj Walikota Serang. Dia juga tak berkomentar banyak ketika ditanya seputar rencana kerjanya ketika sudah dilantik sebagai orang nomor satu di Kota Serang. “Belum tahu, baru tahu ini juga. Bisa saja akang (wartawan-red) mah, aamiin,” ujarnya. (dewa)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook