Air Bendungan Pamarayan Ditutup

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 07 September 2018 - 15:16:10 WIB   |  dibaca: 1009 kali
Air Bendungan Pamarayan Ditutup

BUKA TUTUP : Kondisi air di saluran irigasi di Kecamatan Kasemen, Kota Serang usai dialiri dari bendung Pamarayan, Kamis (6/9).

SERANG- Kekeringan yang melanda wilayah Kota Serang khususnya Kecamatan Kasemen diperparah dengan tidak mengalirnya air dari bendungan Pamarayan. Petugas bendungan Pamarayan Hermanto mengatakan bahwa penghentian aliran air dari bendungan Pamarayan akan berlanjut sampai Desember 2018.

Dari jadwal yang diberikan Balai Besar Cidanau Ciujung Cidurian pengelola bendungan Pamarayan hanya ditugaskan mengalirkan air 7 hari dalam sebulan.“Sebelumnya air dialirkan secara bergantian selama 10 hari,” kata Hermanto, Kamis (5/8).

Hermanto mengungkapkan bahwa adanya jadwal buka-tutup air ke saluran irigasi Pamarayan disebabkan karena saat ini sedang ada jadwal pengerjaan proyek saluran berupa pembangunan sayap saluran irigasi dan pengerukan lumpur di sepanjang saluran irigasi mulai dari Pamarayan sampai Kasemen.

Di beberapa titik saluran irigasi itu sedimentasi lumpur sudah sangat parah, sehingga menyebabkan air tidak sampai ke hilir. Yang paling parah terdampak akibat sedimentasi lumpur adalah wilayah Kramatwatu, Kabupaten Serang.“Kramatwatu yang paling parah karena di sana ada pendangkalan akibat lumpur,” ujarnya.

Akibat pendangkalan ini maka air yang seharusnya mengalir ke hilir limpas dan membuat sejumlah tanggul jebol. Hal ini terjadi karena pendangkalan menyebabkan air tidak bisa mengalir dari hulu ke hilir, melainkan mengalir ke tanggung-tanggul yang posisinya lebih rendah.“Beberapa tanggul yang jebol itu sekarang lagi diperbaiki,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa pengerjaan pembangunan sayap irigasi dan pengerukan sedimentasi lumpur dilakukan oleh PT WIKA. Pekerjaan ini sudah dimulai sejak tahun 2017, dan baru akan berakhir pada 2020 mendatang. Karena itu ada kemungkinan buka-tutup air akan berlangsung cukup lama.


Agar para petani tidak merugi akibat adanya sistem buka-tutup ini, maka ia menyarankan agar para petani menaati aturan masa tanam yang ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Biasanya masa tanam pertama akan berlangsung pada Oktober sampai Maret. Sementara masa tanam kedua akan berlangsung pada April sampai September 2018.“Tapi SK MT (surat keputusan masa tanam) untuk tahun 2019 dan 2020 sampai sekarang belum ada,” tuturnya.

Ia mengaku sebelum melakukan buka-tutup air sudah melakukan sosialisasi ke sejumlah kelompok tani di Kecamatan Kasemen, Kota Serang; dan Kecamatan Kramatwatu, Tirtyasa, dan Pontang, Kabupaten Serang, sejak November 2017 lalu. Karena itu ia memastikan para petani sudah mengetahui jadwal buka-tutup air tersebut.


Ia mengaku menerima banyak komplain dari petani akibat buka-tutup air. Namun ia mengingatkan bahwa sebagai petugas bendungan Pamarayan ia hanya menjalankan perintah dari Balai Besar Cidanau Ciujung Cidurian.

Naim, Ketua RT 03 RW 04 Kampung Sukawali, Kelurahan Masjid Priyai, Kecamatan Kasemen, Kota Serang berharap aliran air di saluran irigasi Pamarayan tidak ditahan terlalu lama. Sebab selain untuk mengairi sawah dan kebun, air dari saluran Pamarayan juga diguanakan untuk kebutuhan warga seperti mandi, mencuci, dan mandi.“Bahkan untuk warga biasanya kita pake buat minum,” katanya.


Dengan adanya penahanan air dari Pamarayan ini menyebabkan masyarakat kesulitan air bersih. Bahkan tempat mandi yang biasa digunakan warga saat ini kondisi airnya menghitam dan berbau karena air tidak mengalir. Ia berharap selama musim kemarau aliran air sebaiknya tetap dialirkan dari bendungan Pamarayan ke Kasemen. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook