Internet Ubah Industri Dunia

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Jumat, 07 September 2018 - 15:24:02 WIB   |  dibaca: 467 kali
Internet Ubah Industri Dunia

SEMINAR INTERNASIONAL : Peserta dan pembicara seminar internasional berpose bersama usai kegiatan di Kampus Teknik Untirta Cilegon, kemarin.

CILEGON – Internet dalam industri 4.0 tidak hanya merevolusi proses bisnis, tetapi memiliki potensi kuat untuk mempengaruhi kehidupan banyak warga, banyak sektor seperti kesehatan, transportasi dan manufaktur. Hal tersebut terungkap dalam Seminar Internasional yang digelar oleh Program studi (Prodi) teknik elektro Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Menurut salah seorang pembicara, Rosni Abdullah dari Universiti Sains Malaysia menyampaikan, salah satu sektor yang akan memanfaatkan internet, adalah sektor industry. Dalam dunia industri, ekosistem yang terhubung dari internet akan menjadikan peningkatan otomatisasi dikalangan industri manufaktur dan konsumen, serta bisa meningkatkan produktivitas.

Senada disampaikan Yilmaz Uygun dari University Bremen Germany, yang menyampaikan tentang Human Resources Requirement for Industry 4.0, saat ini sedang mengejar ekonomi negara industri. Item yang sebelumnya tidak terhubung akan terhubung satu sama lain untuk mengembangkan sistem produksi yang dikontrol dengan menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras terbaru dalam teknologi informasi dan komunikasi.


“Teknologi yang meningkat pesat ini tidak hanya memiliki potensi untuk menggantikan pekerjaan yang berulang, tetapi juga menjadi ancaman bagi pekerjaan yang lebih canggih, ilmu pengetahuan merupakan sumber daya fundamental dalam kehidupan moderen, kecerdasan digital dan emosional adalah kunci untuk memenangkan era industi 4.0,” katanya.


Poki Chen dari National Taiwan University of Science and Technology menyampaikan tentang Implementation of Nano Technology in Indusry 4.0, yang menerangkan pada saat ini bahwa industri produksi adalah salah satu kunci utama dalam kompetisi diantara pemain global di industri 4.0.


“Sebagian besar pemain internasional menginvestasikan banyak uang untuk menawarkan sistem produksi mereka yang lebih flexibel, pada pengimplementasiannya industri 4.0  memerlukan desentralisasi kontrol dan konektivitas canggih untuk mengumpulkan dan bertukar informasi waktu nyata untuk optimasi proses produksi,” katanya.


Dalam kesempatan itu, Poki menyarankan untuk mengoptimalkan otomatisasi produksi di industri 4.0, diperlukan banyak sensor untuk mengidentifikasi, mencari, melacak dan memantau peralatan dan produk.“Dalam era revolusi industri baru ini saya mengajak insinyur perangkat lunak dan keras, untuk membaca peluang yang besar untuk menciptakan alat-alat yang dapat mendukung industri 4.0,” paparnya.


Konferensi Internasional yang bertemakan Kesempatan, Tantangan Dan Efek Kedepan Dari Industri 4.0, diikuti oleh peserta yang merupakan peneliti dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Seminar Internasional Supriyanto menyampaikan, konferensi ini acara ilmiah besar dibidang industri, listrik dan elektronik. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya kepada semua sponsor, yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan ini dan  peserta yang telah datang ke acara ini untuk berbagi dan menyajikan hasil penelitiannya.


Supriyanti yakin dengan konferensi internasional ini salah satu visi prodinya yang menjadi unggul di tahun 2020 akan terwujud, dan akan mendorong semangat Prodi Teknik Elektro untuk bergerak pada kondisi yang lebih baik serta memperluas kolaborasi dan jejaring sosial.“Dengan adanya Seminar Internasional ini, maka target untuk menjadi salah satu prodi unggulan akan segera tercapai,” ungkap Ketua Prodi Teknik Elektro ini.


Di lokasu yang sama, Wakil Rektor I, Bidang Akademik, H. Fatah Sulaeman mengucapkan selamat kepada semua peserta atas keterlibatan karya ilmiah dan kesediaannya untuk berbagi hasil penemuannya dalam konferensi tersebut.


Ia percaya bahwa konferensi ini dapat memainkan peran penting untuk mendorong dan menjalin kerjasama, kolaborasi dan penelitian interdisipliner di antara para insinyur dan ilmuwan terutama pada tema industri 4.0.“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan ini, terutama kepada seluruh panitia penyelenggara dari teknik elektro,” ucapnya.“Saya juga berharap kegiatan positif seperti konferensi internasional ini bisa dilakukan lagi di tahun yang akan datang,” tutupnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook