Iman Tetap Divonis 6 Tahun

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Jumat, 07 September 2018 - 15:31:09 WIB   |  dibaca: 1261 kali
Iman Tetap Divonis 6 Tahun

SERANG - Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Banten mengeluarkan putusan yang menguatkan vonis penjara 6 tahun dan denda 250 juta subsider tiga bulan kurungan terhadap Walikota Cilegon nonaktif Tubagus Iman Ariyadi, terdakwa kasus suap Amdal Transmart Cilegon.


Iman sebelumnya divonis serupa oleh Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Serang. Tak puas dengan putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Iman mengajukan banding, namun PT Banten menguatkan vonis kepada Iman Ariyadi. "Iya sudah putusan, sudah kami terima Selasa (4/9) kemarin. Menguatkan putusan PN," kata Humas PN Serang Epiyanto yang juga Ketua Majelis Hakim dalam persidangan kasus suap Amdal Transmart Cilegon, Kamis (6/9).


Namun, Epiyanto tidak merinci pertimbangan-pertimbangan hingga PT Banten menguatkan putusan majelis hakim Tipikor Pengadilan Negeri Serang. "Keputusan itu sudah tepat, makanya majelis hakim menguatkan putusan PN, putusannya sama (penjara 6 tahun dan denda 250 juta subsider tiga bulan kurungan)," katanya.


Sementara itu, kuasa hukum Iman Ariyadi, Geo Sudarman yang dihubungi melalui sambungan telepon selulernya mengaku belum menerima salinan putusan dari PT Banten tersebut. "Belum terima kang, malah kami belum tau. Sepertinya terima (tidak mengajukan kasasi)," katanya.


Di lain tempat, JPU KPK Kaerudin juga mengaku belum menerima salinan putusan hasil banding di PT Banten. Untuk itu, JPU belum mengambil sikap melakukan atas putusan tersebut.
"Kami belum mendapatkan info. Kita harus baca dulu putusannya, nanti kita kabari sikap JPU kalau sudah terima putusannya," katanya.


Diketahui sebelumnya, Walikota Cilegon nonaktif Tubagus Iman Ariyadi, divonis enam tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider tiga bulan kurungan dalam kasus suap Amdal Transmart Cilegon. Namun majelis hakim Pengadilan Tipikor PN Serang yang dipimpin Epiyanto, tak mengabulkan tuntutan pencabutan hak politik Iman selama 5 tahun.


Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa. Dalam sidang sebelumnya, JPU KPK Dian Hamisena menuntut agar hak politik Iman dicabut selama 5 tahun dan kurungan penjara sembilan tahun.


Yang memberatkan putusan yakni perbuatan Iman tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, dan terdakwa tidak mengakui terus terang perbuatannya. Hal yang meringankan bahwa terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa memiliki tanggungan keluarga, dan terdakwa selama persidangan bersikap sopan.


Iman dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 huruf (b) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2001 juncto Pasal 55 juncto Pasal 64 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook