Pukul Pekerja Lokal, Dua TKA Tiongkok Ditahan

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Senin, 10 September 2018 - 12:46:56 WIB   |  dibaca: 825 kali
Pukul Pekerja Lokal, Dua TKA Tiongkok Ditahan

SERANG - Dua orang tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok berinisial TXS dan TCG yang bekerja di proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jawa 7, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang ditahan Polres Serang Kota, Sabtu (8/9). Penahanan dilakukan atas dugaan pemukulan terhadap pekerja lokal.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Banten Raya, kejadian pemukulan di area pembangunan PLTU itu terjadi sekitar pukul 15.20. Berawal dari adanya kesalah pahaman antara TKA berinisal TXS dan tenaga kerja lokal berinisal MM.

Semula MM hanya ingin menyapa dan mengakrabkan diri dengan TKA. Bukannya disambut baik, MM malah dipukul bertubi-tubi pada bagian wajahnya oleh TXS. Melihat temannya dipukul, puluhan tenaga kerja lokal kemudian membantu MM dan balik menyerang TKA yang bertindak arogan.

Merasa terancam jiwanya, pelaku dan seorang TKA lainnya berinisal TCG kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari masuk ke dalam kontainer. Merasa belum puas, puluhan tenaga kerja lokal kemudian mengepung kontainer tersebut.

Adanya kekisruhan di dalam area proyek PLTU Jawa 7 membuat puluhan personil kepolisian dari Polsek, Polres dan Brimob datang ke lokasi untuk mengamankan area kerusuhan agar keributan tak meluas.

Pada pukul 16.45, kedua TKA itu kemudian diamankan dan langsung dibawa oleh polisi menuju Mapolres Serang Kota untuk menjalani proses hukum.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan, kasus pemukulan oleh WNA itu berawal dari kesalahpahaman. Kasus tersebut saat ini sudah ditangani oleh Satreskrim Polres Serang Kota. "Awalnya dari becandaan, kemudian terjadi pemukulan karyawan lokal dan mereka kumudian ini protes, marah," kata Komarudin kepada Banten Raya, Minggu (9/9).

Menurut Komarudin, guna menghindari meluasnya keributan antara kartawan, pihaknya langsung mengamankan kedua TKA tersebut. Sementara korban pemukulan hanya dimintai keterangan. "Sudah kita amankan TKA 2 orang. Dari semalam sudah di Polres. Pekerja lokal tidak diamankan," ujarnya.

Komarudin menjelaskan, pasca pemukulan itu mengakibatkan terjadinya protes besar-besaran atas kebijakan perusahaan yang dinilai tak adil terhadap para pekerja lokal, karena lebih mengutamakan TKA. "Pagi-pagi mereka mogok kerja tapi tuntutannya kemana mana, masalah naik upah, jam kerja, dan lainnya," ungkapnya.

Sementara itu petugas keamanan PLTU Jawa 7 Sopan membenarkan adanya kejadian pemukulan oleh TKA terhadap tenaga kerja lokal. Namun dirinya enggan memberikan keterangan lebih lanjut. "Enggak bisa masuk Mas. Nomor kontak humasnya juga enggak ada. Iya kemarin kejadiannya (pemukulan) di gedung kuning," katanya singkat. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook