Kebijakan PT KAI Hilangkan PAD

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Rabu, 12 September 2018 - 11:35:23 WIB   |  dibaca: 215 kali
Kebijakan PT KAI Hilangkan PAD

PAD BERKURANG : Bangunan pertokoan di halan milik PT KAI di sekitar Pasar Rangkasbitung dibongkar menggunakan alat berat pada Agustus tahun ini.

RANGKASBITUNG - Kebijakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang telah membongkar puluhan kios dan toko pada 20l7 lalu ternyata berdampak terhadap target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibidang pengelolaan pasar dilingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak. Sebab, hancurnya puluhan toko dan kios itu telah menghilangkan PAD sebesar4 Rp 30 juta hingga Rp 40 juta pertahun.


"Kami sadar bila toko dan kios yang berdiri diatas tanah milik PT KAI itu tidak bisa dipertahankan oleh kita. Makanya, ketika dibongkar itu kewenangan sepenuhnya PT KAI," kata Kepala Disperindag Kabupaten Lebak Dedi Rahmat kepada Banten Raya, kemarin.


Meski PAD dari toko dan kios dilaham milik PT KAI nihil, Dedi mengaku, pihaknya akan terus menggenjot PAD pengelolaan pasar agar tetap besar, sehingga tidak begitu terpengaruh oleh dampak pembongkaran toko dan kios dilahan milik PT KAI. "Kami yakin para ASN (Aparatur Sipil Negara) yang bertugas dibidang pengelolaan pasar bisa mampu menargetkan capaian PAD pengelolaan pasar dengan baik," akunya.


Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar pada Disperindag Kabupaten Lebak Sujai menambahkan, PAD pengelolaan pasar yang ditetapkan Pemkab Lebak 2018 sebesar Rp 3.329.757.100. Meski pertokoan dan kios dilahan milik PT KAI telah dibomgkar, namun pihaknya akan tetap berupaya target PAD itu bisa tetap tercapai. "Memang lumayan berat ketika toko dan kios dilahan milik PT KAI dibongkar. Tetapi kami akan tetap berusaha agar PAD pengelolaan pasar tahun ini (2018-red) tetap signifikan," kata Sujai. (hudaya)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook