Penyakit Flu Burung Meluas

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Rabu, 12 September 2018 - 11:41:44 WIB   |  dibaca: 346 kali
Penyakit Flu Burung Meluas

MELUAS : Petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Lebak memberikan vaksin pada ayam bangkok milik warga di Kalanganyar, kemarin.

RANGKASBITUNG - Dinas Peternakan (Distanak) Kabupaten Lebak langsung mengangani penyebaran penyakit flu burung yang menyerang peternakan ayam milik warga di Kampung Babakan Cibeureum, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar. Petugas memberikan obat semprot untuk mencegah virus flu burung menular ke hewan lain dan manusia. Sebab, virus tersebut kini sudah mulai menyebar ke tiga kecamatan, yakni Kalanganyar, Cibadan dan Warunggunung.


"Penyebaran penyakit flu burung tidak hanya menyerang ayam milik warga Cibeurem saja, tapi sudah melanda tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kalanganyar, Cibadak dan Warunggunung," kata Hengki Suyanto, Pengelola Kesehatan Ternak Besar dan Kecil Unggas Distanak Kabupaten Lebak kepada Banten Raya, kemarin.


Menurut Hengki, virus flu burung pertama kali ditemukan pada itik milik warga Kampung Pasirkupa, Desa Pasirkupa, Kecamatan Kalanganyar. Jumlah itik yang positif kena flu burung sebanyak tiga ekor. "Kita melakukan pemeriksaan di sana sekitar dua pekan lalu. Kemudian kembali terima laporan banyak ayam bangkok mati mendadak dari  peternak warga Warunggunung dan Cibadak, dan terakhir dari warga Cibeureum," tuturnya.


Ketika menerima laporan, tambah Hengki, pihaknya langsung terjun kelapangan untuk melakukan identifikasi penyakit dan penanganan sepertihalnya di Warunggunung dan Cibadak. "Kita langsung melakukan penyemprotan pada seluruh area kandang untuk mencegah virus flu burung menular pada ayam lain dan manusia," tambahnya.


Hengki mengungkapkan, bila badan terasa demam tinggi dan pusing setelah membersihkan kandang, apalagi memegang ayam mati sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, karena khawatir terkena virus flu burung. "Sebab mudah menular, bisa lewat kotorannya, udara, dan bersentuhan fisik. Maka dari itu jika ada ayam atau hewan ternak mati mendadak sebaiknya segera laporan," ungkapnya.


Hengki berharap, ketika ada unggas ataupun hewan ternak mati sebaiknya jangan dibuang ke saluran drainase ataupun sungai, sebaiknya di kubur atau dibakar. "Kalau di buang ke sungai atau selokan itu malahan bisa berakibat makin meluasnya penyebaran penyakit flu burung.

Untuk itu, kita imbau kepada para peternak jangan buang bangkai sembarangan dan jika ada yang masih hidup juga sebaiknya jangan dibawa atau dijual ke pasar karena nanti akan membawa virus dan tidak menutup kemungkinan penyebarannya bertambah luas," ucapnya.Sementara itu, Warga Desa Aweh Maman mengapresiasi Dinas Peternakan Kabupaten Lebak yang cepat tanggap melakukan penanganan. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook