Gatot Yan Pimpin Forpeksos Banten

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 12 September 2018 - 12:16:55 WIB   |  dibaca: 141 kali
Gatot Yan Pimpin Forpeksos Banten

MUSPEKSOS : Garot Yan (tengah) memberikan sambutan usai terpilih menjadi Ketua Forpeksos Banten, Senin (10/9).

SERANG – Forum Pekerja Sosial (Forpeksos) Provinsi Banten menggelar Musyawarah Pekerja Sosial (Muspeksos) tahun 2018. Musyawarah yang digelar di Gedung B Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten tersebut memutuskan Catot Yan sebagai Ketua Forpeksos.


Forpeksos merupakan organisasi yang mewadahi beberapa lembaga yang bergerak dibidang sosial seperti Karang Taruna, Tagana, Jamsosratu, Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan ikatan pekerja sosial masyarakat (IPSM).


Ketua Forpeksos Banten terpilih Gatot Yan mengatakan, keberadaan Forpeksos akan menjadi wadah bersama pekerja sosial dalam mengatasi persoalan-persoalan sosial terjadi di wilayah Provinsi Banten. Salah satu yang menjadi permasalahan yaitu tingkat penangguran yang mencapi 7,7 persen. “Itu berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Banten,” ujarnya, Senin (10/9).


Selain masalah pengangguran, Gatot menilai, masih banyak persoalan sosial lainnya yang proses penyelesaiannya membutuhkan kekompakan pekerja sosial di Banten. “Semangat lahirnya Forpeksos itu karna adanya semangat bersama untuk bersama-sama mengatasi persoalan sosial di wilayah Banten yang kita cintai ini,” katanya.


Gatot berjanji, akan segera merumuskan program kerja. Dengan demikian, visi dan misi dibentuknya Forpeksos berlahan bisa segera terealisasi. “Dalam waktu dekat ini, ada tiga poin yang akan diselesaikan yaitu pembentukan susunan pengurus, AD/ART, dan Legitimasi,” tuturnya.


Jika tiga poin tersebut selesai, Gatot memastikan program kerja Forpeksos akan dirumuskan bersama pada Oktober 2018. “Untuk kepengurusan sendiri bakal diambil dari lembaga yang masuk dalam Forpeksos,” katanya.Sementara itu, Ketua PKH Provinsi Banten Yusro berharap, Forpeksos juga bisa terbentuk hingga kepengurusannya sampai di tingkat desa. “Paling tidak di tingkat kecamatan, baru desa,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook