Ribuan KTPel Tercecer di Kebun

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 12 September 2018 - 12:45:42 WIB   |  dibaca: 163 kali
Ribuan KTPel Tercecer di Kebun

TERCECER : Petugas mengamankan ribuan keping KTPel yang ditemukan di sebuah kebun di Cikande, Senin (10/9).

SERANG - Sebanyak 2.910 keping KTP elektronik (KTPel) ditemukan tercecer di sebuah kebun yang berlokasi di Kampung Banjarsari RT 01/03, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Senin (10/9). Selain KTP, di lokasi yang sama juga ditemukan sembilan lembar kartu keluarga (KK).


Kapolsek Cikande AKP Kosasih mengatakan, ribuan KTPel ditemukan oleh warga di dalam sebuah dus dan karung. Penemuan itu kemudian dilaporkan ke Kodim Serang dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang."Ditemukannya sebelum Magrib (Senin)," katanya kepada Banten Raya, Selasa (11/9).


Dandim 0602/Serang Letkol Czi Harry Praptomo membenarkan adanya penemuan ribuan lembar KTPel tersebut. "Ada sekitar dua ribuan keping KTP elektronik yang ditemukan. Tapi, sudah ditangani oleh disdukcapil (Kabupaten) Serang saat ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang Asep Saepudin Mustopa menuturkan bahwa tercecernya KTPel tersebut bermula dari Pemerintah Kecamatan Cikande yang sedang merapikan ruang yang biasa dipakai gudang atau tempat penyimpanan barang yang tidak terpakai. "Akibat ketidakpahaman, kemudian dokumen kependudukan tersebut dibuang oleh oknum staf kecamatan ke tempat pembuangan sampah secara sembarangan," kata Asep kepada Banten Raya, kemarin.


Ia membenarkan bahwa KTPel yang tercecer merupakan produk Disdukcapil Kabupaten Serang. Hanya saja, KTPel-KTPel tersebut sudah tidak berlaku. "Kami mendapatkan laporan pada Senin (10/9/2018), dan saya bersama Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Serang Bpk Jajang KH langsung ke Koramil Cikande tempat barang-barang tersebut diamankan. Menurut informasi, barang-barang tersebut ditemukan warga di tempat pembuangan sampah dan semak belukar, kemudian diamankan dan diserahkan ke Koramil Cikande," katanya.


Total terdata KTP yang tercecer sebanyak 2.910 keping dan sembilan kartu keluarga (KK). Sebanyak 2.910 keping tersebut terdiri diantaranya 513 KTP manual (KTP lama bukan KTP-el), dan 111 KTPel rusak secara fisik. "Kami melakukan uji data dengan alat pembaca terhadap 4 KTP-el dan 9 kartu keluarga. Semua sudah tidak berlaku atau KTP-el dan KK yang tidak digunakan karena telah dilakukan pergantian akibat perubahan data penduduk yang bersangkutan.

Misalnya, atas nama Asan, melakukan pergantian fisik KTP-el karena mengubah jenis pekerjaan dari wiraswasta menjadi kepala desa. Atas nama Suharyati, melakukan pergantian fisik KTP-el karena mengubah status perkawinan. Kemudian untuk KK, misalnya atas nama Basar, kepala keluarga, melakukan pergantian karena pembaharuan KK dari tanda tangan camat menjadi tanda tangan kepala Disdukcapil Kab. Serang sesuai amanat undang-undang. Kami akan uji semua KTP-el untuk memastikan sebagai produk yang sudah tidak terpakai dari proses pergantian," tuturnya.


Asep yang menjabat sebagai Kepala Disdukcapil sejak tahun 2015 mengatakan bahwa fisik KTPel dan kartu keluarga yang salah cetak atau tidak terpakai awalnya harus dikirim ke Kementerian Dalam Negeri. "Namun sejak 2016, Kemendagri tidak menerima karena gudangnya penuh dari pengiriman se-Indonesia.

Fisik KTPel atau KK yang sudah tidak terpakai kemudian disimpan di gudang Disdukcapil dan kantor kecamatan," katanya.Agar kejadian serupa tidak terulang, disdukcapil akan melakukan rapat bersama pemerintah kecamatan hari ini. "Kami akan tarik semua fisik KTPel dan KK yang sudah tidak berfungsi atau tidak terpakai ke kantor Disdukcapil Kabupaten Serang," katanya. (darjat/fikri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook