Jumlah Pemilih Ditetapkan 275.851 Orang

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 13 September 2018 - 11:01:46 WIB   |  dibaca: 43 kali
Jumlah Pemilih Ditetapkan 275.851 Orang

DISERAHKAN : Ketua KPU, Irfan Alfi menyerahkan hasil DPTHP kepada Bawaslu dalam rapat pleno penetapan, Rabu (12/9).

CILEGON – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon menetapkan 275.851 orang sebagai Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP). Jumlah ini berkurang 285 orang dari jumlah sebelumnya sebanyak 276.136 orang.

Ketua KPU Kota Cilegon, Irfan Alfi mengatakan, setelah dilakukan pencermatan bersama dengan partai politik (Parpol) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cilegon, ditemukan 285 daftar pemilih ganda.“Kami lakukan pencermatan bersama dengan parpol dan bawaslu, hasilnya kami temukan daftar ganda.

Namun, jumlahnya tidak sebanyak apa yang diberitakan sebelumnya yang mencapai ribuan pemilih ganda,” katanya kepada Banten Raya usai memimpin Rapat Pleno Penetapan DPTHP di Aula KPU Kota Cilegon, Rabu (12/9).

Menurut Irfan, pencermatan yang dilakukan bersama terhadap DPT tersebut berdasarkan hasil pleno DPT KPU Republik Indonesia (RI).Usai dilakukan penetapan DPTHP, Irfan menyatakan, KPU Kota Cilegon juga mendeklarasikan forum pemutakhiran data pemilih yang terdiri dari unsur pemerintah, parpol dan bawaslu.

Forum tersebut akan fokus dalam pendataan pemilih, sehingga melalui forum itu bisa mendapatkan daftar pemilih berkualitas yang valid. “Semuanya terlibat dalam melakukan ini (pemantauan daftar pemilih-red). Karena daftar pemilih berpengaruh dengan kedaualatan seseorang. Untuk itu, kedaulatan seseorang mendapatkan hak demokrasi harus terlindungi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Cilegon, Siswandi menyebutkan, awalnya bawaslu telah menemukan sebanyak 918 pemilih ganda dalam DPT.“Awal kami melakukan pencermatan secara internal sesuai dengan instruksi Bawaslu RI. Jumlahnya lumayan banyak, namun setelah dilakukan (bersama), jumlah tersebut berkurang,” pungkasnya.

Siswandi juga mengapresiasi terbentuknya forum pemutakhiran data pemilih tersebut, sehingga bukan hanya penyelenggara seperti KPU dan bawaslu yang bisa melakukan pencermatan, tetapi peserta pemilu seperti Parpol serta masyarakat luas bisa bersama melakukan pemantauan.
 
“Artinya deklarasi dan kesepakatan yang dilakukan oleh KPU, bawaslu dan parpol sangat baik. Mengenai DPT bukan hanya persoalan dari penyelenggara, tetapi dari parpol dan masyarakat bisa mencermati untuk menghasilkan DPT berkualitas,” terangnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook