Penyertaan Modal Bank Banten Disoal

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 13 September 2018 - 15:12:42 WIB   |  dibaca: 231 kali
Penyertaan Modal Bank Banten Disoal

BERTENTANGAN : Suasana rapat paripurna DPRD Banten dengan agenda pemadangan umum fraksi atas nota pengantar gubernur atas perubahan APBD 2018 di gedung DPRD Banten, Rabu (12/9).

SERANG – Sejumlah fraksi DPRD Provinsi Banten mempertanyakan keputusan Pemprov Banten untuk mengalokasikan penyertaan modal Bank Banten pada perubahan APBD 2018 senilai Rp 175 miliar. Suntikan dana segar kepada bank yang dinilai dalam kondisi tak sehat itu akan menambah kerugian bagi Pemprov Banten.


Hal tersebut terungkap dalam rapat paripurna DPRD Banten dengan agenda pemandangan umum fraksi terhadap nota pengantar gubernur atas perubahan APBD 2018 di Sekretariat DPRD Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (12/9).


Juru bicara Fraksi Golkar Provinsi Banten Cepi Wida Permana mengatakan, skala prioritas yang tertuang dalam perubahan APBD 2018 dapat diterima Fraksi Golkar. Akan tetapi adanya alokasi penambahan pernyertaan modal Bank Banten adalah langkah yang patut dipertanyakan.“Dalam hal penyertaan modal kepada Bank Banten, Fraksi Golkar menyarankan untuk tidak ceroboh dalam menambahkan penyertaan modal. Dalam kondisi yang pasti tidak menyehatkan bahkan menambah kerugian,” ujarnya.


Ia menuturkan, penambahan penyertaan modal adalah langkah yang tidak tepat dalam upaya penyehatan Bank Banten. Sebab, akar permasalahan dalam tubuh eks Bank Pundi itu bukan soal permodalan melainkan manajemen yang kurang baik.“Kami menilai jika penyertaan modal dilakukan saat ini tidak memenuhi penyehatan bank, bahkan memperbanyak daftar kerugian Pemprov Banten. Diakibatkan oleh pengelolaan bank saat ini,” katanya.


Fraksi Golkar, kata dia, memiliki catatan pendukung terkait buruknya buruknya pengelolaan Bank Banten. Manajemen yang buruk memberikan kontribusi besar atas keterpurukan Bank Banten saat ini.

Buruknya manajemen itu berawal dari pembelian surat berharga yang ceroboh dan lokasi kantor yang inefisien. Bukti menajemen yang buruk adalah timbulnya kerugian selama operasional Bank Banten.“Oleh karenanya Fraksi Partai Golkar berpandangan bahwa perlu dilakukan audit dalam rangka mengindentifikasi permasalah mendasar dari manajemen Bank Banten. Bukan sebaliknya yang justru menambah penyertaan modal kepada Bank Banten,” ungkapnya.


Juru bicara Fraksi Amanat Persatuan Pembangunan DPRD Provinsi Banten Hadi Safari meminta, agar Gubernur Banten Wahidin Halim untuk menjelaskan apa yang mendasari pemprov mengalokasikan penambahan modal bagi Bank Banten.  “Kami melihat adanya pos anggaran untuk penyertaan Bank Banten. Mohon saudara gubernur untuk menjelaskan apa yang menjadi dasar dan pertimbangan atas kebijaan terkait penyertaan modal Bank Banten,” tuturnya.  


Sementara itu, juru bicara Fraksi Demokrat Yoyon Sujana menyakini, penyertaan modal Bank Banten dan rencana pembangunan daerah telah terlebih dahulu dilakukan kajian. Akan tetapi Fraksi Demokrat mempertanyakan apakah penyertaan modal itu juga telah melalui kajian perencanaan bisnis atau justru sebaliknya.“Untuk itu kajian mendalam perlu dilakukan agar suntikan dana ini dapat bermanfaat, tepat sasaran sesuai kebutuhan. Sesuai amanat PP (peraturan pemerintah) nomor 54 tahun 2017, bahwa sebelum dilakukan penambahan modal harus terlebih dahulu dilakukan analisis ilustrasi dan perencanaan bisnis BUMD. Sehingga segala sesuatu dapat terukur dan terarah,” ujarnya.


Terpisah, Penjabat (Pj) Sekda Banten Ino S Rawita usai rapat paripurna menegaskan, pemprov tidak akan gegabah mengalokasikan penyertaan modal Bank Banten. Dia juga tak menampik saat ini kondisi Bank Banten sedang tak sehat. Itu terlihat masih meruginya anak perusahaan PT Banten Global Development (GBD) itu.

“Memang merugi, tapi meruginya semakin mengecil, dari jumlah yang dulu besar sekarang sudah mulai mengurangi. Mudah-mudahan ke depan kalau memang perlu diselamatkan nanti ada usaha.  Bagaimanapun kita harus punya bank. Kalau ini gagal nanti Banten tidak akan bisa mendirikan bank lagi, aturannya begitu,” tuturnya. (dewa)  

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook