Polisi Dikeroyok 10 Preman

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 13 September 2018 - 15:18:18 WIB   |  dibaca: 1428 kali
Polisi Dikeroyok 10 Preman

CEK LOKASI : Polisi mengecej lokasi keributan dan pemukulan yang dilakukan oleh gerombolan preman terhadap anggota kepolisian di Wisma Carity Cikande, Rabu (12/9).

SERANG - Hendak melerai keributan, Bripka TR seorang anggota kepolisian yang bertugas di Polsek Cikande malah dikeroyok gerombolan preman di Wisma Carity, Kampung Malang, Desa Julang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Rabu (12/9) dini hari. Akibat kejadian itu, Bripka TR mengalami luka-luka pada sekujur tubuhnya.


Yuliana, saksi mata mengatakan, pengeroyokan itu berawal dari cekcok mulut antara gerombolan preman dan resepsionis wisma bernama Nasroni. Pelaku yang berjumlah sekitar 10 orang itu datang ke penginapan untuk meminta kamar secara gratis."Kejadiannya sekitar jam 00.15, mereka pesan kamar tapi minta gratis, tapi ditolak resepsionis. Kemudian mereka ngamuk, awalnya cuma mukul meja, tapi kemudian memukul wajah resepsionis kita," katanya kepada Banten Raya melalui sambungan telepon selulernya.


Menurut Yuli, saat terjadi keributan, Bripka TR yang kebetulan tengah beristirahat di kamar wisma, datang untuk melerai keributan. Bukannya berhenti, pelaku yang dilengkapi dengan senjata tajam malah menyerang anggota polisi tersebut. "Di wisma ada polisi yang sedang istirahat datang dan langsung nanya, ada apa ini ribut-ribut. Tapi mereka malah mukulin polisinya," ujarnya.


Yuli mengungkapkan, meski Bripka TR sudah mengaku sebagai anggota kepolisian, gerombolan preman itu tak menghentikan pemukulan dan malah semakin membabi buta dan menyerang Bripka TR hingga ke kamarnya. "Kata mereka saya tidak takut sama polisi. Pak polisinya kemudian lari ke kamar, tapi malah dikejar dan kembali dipukuli," ungkapnya.


Setelah puas memukuli Bripka TR, para preman tersebut kemudian pergi dengan menggunakan lima sepeda motor. Tapi sebelum itu, mereka merusak sejumlah fasilitas wisma. "Setelah memukul polisi, mereka ngancurin barang-barang. Sekitar jam 1, mereka pergi dari wisma pakai motor," tambahnya."Kalau resepsionis mukanya lebam, sama tangannya robek kena senjata. Sedangkan polisi kondisinya nggak jauh berbeda, karena pelaku juga sempat menodongkan celurit ke polisi," katanya.


Sementara itu, Kapolsek Cikande Kompol Kosasih membenarkan insiden pengeroyokan anggotanya tersebut. Dalam kasus itu, pihaknya sudah mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan. "Satu jam setelah kejadian 4 orang sudah kita amankan dan kita masih buru pelaku lainnya," katanya.


Menurut Kosasih, preman yang berkedok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) itu sudah beberapa kali melakukan perbuatan yang meresahkan masyarakat. Dalam catatan Polsek Cikande, pelaku sudah tiga kali dilaporkan melakukan penganiayaan."Mereka pernah menganiaya tukang parkir, pekerja proyek. Total ada tiga laporan yang masuk. Mereka biasanya setelah berbuat melarikan diri," ujarnya.


Dalam kasus ini, Kosasih meminta pelaku segera menyerahkan diri ke kepolisian. Jika tidak pihaknya akan melakukan tindakan tegas. "Saya berjanji dalam 24 jam ini mereka kita tangkap semua. Karena sudah cukup meresahkan," katanya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook