Kader PKK Diajak Pahami Penggunaan Obat

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 14 September 2018 - 10:53:53 WIB   |  dibaca: 46 kali
Kader PKK Diajak Pahami Penggunaan Obat

BERI MATERI : Anggota Komisi IX DPR RI Yayat Y Biaro saat memberikan materi dalam acara Gema Cermat, kemarin.

CILEGON – Ratusan kader Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Cibeber diajak memahami penggunaan obat-obatan secara benar dan tepat. Pasalnya, sebagian besar masyarakat dinilai masih minim pengetahuan dan keliru soal cara penggunaan obat-obatan, baik saat menggunakan obat sesuai resep atau obat yang didapatkan tanpa resep.Akibatnya, penggunaan obat yang salah, bukan hanya berbahaya untuk tubuh secara jangka panjang, namun juga akan semakin memperburuk kondisi kesehatan.

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Yayat Y Biaro mengatakan, banyaknya iklan obat yang ditampilkan dimedia massa membuat warga banyak yang mengobati secara mandiri berbagai penyakit yang diderita. Hal tersebut sesungguhnya akan sangat berbahaya.

Sebab, pertama obat yang dibeli tanpa resep, tata cara penggunaan baik dosis dan waktu juga tidak ada, ditambah lagi warga tidak mengerti bahan yang terkandung dalam obat tersebut. "Ini menjadi kebiasaan warga menggunakan obat tanpa resep dari klinik atau dokter. Ini jelas sangat berbahaya, mereka hanya tertarik karena adanya iklan di televisi dan percaya," katanya yang menjadi narasumber dalam acara Gemar Cermat di aula kantor Kecamatan Cibeber, kemarin.

Untuk itu, tambah Yayat, melalui Gerakan Masyarakat (Gema) Cerdas Menggunakan Obat (Cermat) terus disosialisaikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI). "Tujuannya, agar warga menjadi sadar akan pentingnya memahami penggunaan obat, jenis dan merek obat," tambahnya.


Yayat menjelaskan, dengan memahami dan mengerti cara penggunaan obat akan mampu mengurangi resiko terjadinya kesalahan dalam memberikan obat kepada orang yang sakit, khusunya para kader atau ibu-ibu."Kami harap para ibu-ibu yang biasa mengurusi anak dan keluarganya yang sakit bisa sadar dan paham, sehingga mereka tepat dalam memberikan obat," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kecataman Cibeber Yessi Yunita Hermawan mengungkapkan, dengan bekal yang diberikan dalam pembinaan tersebut, maka para kader harus bisa semakin cermat dalam memilih obat dan menggunakannya.

Para kader PKK juga harus memiliki kebiasaan ntuk berobat ke klinik atau dokter, sehingga mendapatkan resep dan obat yang sesuai dengan kondisi sakitnya. "Informasi ini penting untuk kami yang aktifitasnya dekat dengan anak. Jika anak sakit minimal kami memberikan obat yang tepat," ungkapnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook