PKL Pasar Kranggot Kembali ke Jalan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 14 September 2018 - 10:57:17 WIB   |  dibaca: 61 kali
PKL Pasar Kranggot Kembali ke Jalan

MEMBANDEL : Para pedagang kembali berjualan di jalan akses masuk Pasar Baru Kranggot, Kecamatan Jombang, Kamis (13/9). Akibat banyaknya pedagang yang berjualan di lokasi yang dilarang itu, maka lalu lintas masjid tersendat dan semrawut.

CILEGON - Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Baru Kranggot Kota Cilegon kembali berjualan di jalan akses masuk pasar. Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon baru sepekan menata keberadaan PKL yang berada di jalan akses masuk pasar. Kondisi kotornya saluran air Pasar Baru Kranggot juga kembali tampak, setelah dibersihkan pada pekan lalu.

Pantauan Banten Raya, Kamis (13/9), ratusan pedagang yang berjualan sayur, buah, pakaian, dan makanan kembali menggelar lapaknya di badan jalan akses masuk pasar. Kondisi tersebut juga membuat jalan akses masuk pasar kembali macet. Sebelumnya, pada Rabu (5/9) lalu, Pemkot Cilegon yang dipimpin Asisten Daerah (Asda) II Pemkot Cilegon Beatrien Noviana telah melakukan penataan jalan akses masuk Pasar Baru Kranggot.

Salah satu pedagang Pasar Baru Kranggot Kota Cilegon Afgan mengatakan, dirinya berjualan di atas saluran air Pasar Kranggot lantaran lebih ramai pembeli. Jika dipaksa berjualan di dalam hanggar pasar, Ia khawatir sepi pembeli. "Saya ikut yang lain saja. Yang lain jualan di jalan sini, saya ikut, kalau suruh pindah ya tidak apa-apa," kata pedagang es ini kepada Banten Raya, kemarin.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi mengaku kesal terhadap pedagang yang sulit diatur. Pemkot Cilegon telah menyiapkan tempat yang layak untuk para pedagang berjualan, namun tetap saja berjualan di badan jalan dan diatas saluran air. "Sebel saya juga, pedagang tidak mau diatur," kata Edi.

Pemkot Cilegon saat ini akan kembali menata pedagang Pasar Baru Kranggot, tambah Edi, nantinya pembagian tugasnya akan lebih jelas. "Nanti yang urus sampah siapa, yang urus parkir siapa, yang urus pedagang siapa, ada tugasnya masing-masing," tambahnya.


Kepala Bagian Perekonomian pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon Bayu Panatagama menjelaskan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna membahasan permasalahan pedagang Pasar Baru Kranggot yang berjualan di sepanjangan jalan akses masuk Pasar Kranggot."Sudah rapat bersama antara Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan), DLH (Dinas Lingkungan Hidup), Satpol PP (Dinas Satuan Polisi dan Pamong Praja), DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang)," jelasnya.


Saat ini, ucap Bayu, Pemkot Cilegon meminta kepada Disperindag Kota Cilegon memberrsihkan hanggar Pasar Kranggot yang masih kosong. Ada tiga hanggar kosong dengan kapasitas 200 pedagang per hanggar. "Jadi, hanggar yang masih kosong bisa memuat sekitar 600 pedagang," ucapnya.


Diterangkan Bayu, jumlah pedagang yang berjualan di area jalan akses masuk Pasar Baru Kranggot sekitar 500 pedagang. Pihaknya mengaku tidak melarang pedagang berjualan di pasar, namun Pemkot Cilegon hanya ingin menata agar pasar lebih rapi dan pedagang maupun pembeli nyaman melakukan aktivitas di pasar. "Kami tidak melarang pedagang berjualan, hanya menempatkan ke tempat yang layak yang sudah disediakan," terangnya.

Untuk mengatasi masalah sampah di saluran air Pasar Baru Kranggot, kata Bayu, Pemkot Cilegon akan memasang pengamanan dari baja agar pedagang tidak bisa membuang sampah ke aliran sungai. "Bentuknya semacam jaring, tapi dari baja dan sifatnya permanen," katanya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook