Pemprov Banten Bina Ibu-ibu Kota Serang

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Jumat, 14 September 2018 - 13:50:07 WIB   |  dibaca: 323 kali
Pemprov Banten Bina Ibu-ibu Kota Serang

PEMBINAAN : Suasana pembinaan yang dilakukan DP3AKKB Banten kepada ibu-ibu warga Kota Serang dalam keterampilan membuat bunga dan tempat tisu, di Gedung PKK, kemarin.

SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendukung program kemandirian keluarga, yang menjadi salah satu nawa cita Presiden Joko Widodo. Salah satunya adalah dengan melakukan pembinaan terhadap ibu-ibu yang tinggal di kawasan Kota Serang.

Kepala DP3AKKB Provinsi Banten Hj. Sitti Ma’ani Nina mengatakan, kegiatan pembinaan ketahahanan keluarga dan keluarga sejahtera yang hari ini dilakukan, salah satu upaya Pemprov Banten untuk menciptakan ekonomi kreatif keluarga.“Pesertanya adalah ibu-ibu yang diajarkan membuat wadah tisu dari manik-manik, kembang dan kertas dari plastik dan masih banyak lagi keterampilan yang akan diajarkan kepada peserta,” kata Nina kepada Banten Raya, di Gedung PKK Kota Serang, Kamis (13/9).

Nina menilai, hal yang paling penting dari semuanya, para peserta dapat memanfaatkan kesempatan belajar ketrampilan dengan sebaik-baiknya, karena tidak semua masyarakat berkesempatan mendapat pelatihan ini.“Sebagai orang-orang terpilih, tentunya harus menunjukkan bahwa ibu-ibu memang mempunyai kualitas yang membanggakan,” katanya.

Senada disampaikan Kabid Dalduk KB Rikrik Hermawan, pemberdayaan kaum perempuan ini bertujuan agar memiliki ketrampilan yang dapat membantu dalam kehidupannya, kesadaran akan pentingnya keluarga sehat, produktif, dan religious.“Kaum perempuan harus diberdayakan dengan serangkaian program dan kegiatan, hingga mereka mandiri dan mampu memenuhi kebutuhan asasinya,” katanya.

Di lokasi yang sama, Hj Suare warga Cipocok, Kota Serang salah seorang peserta mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam meringankan beban keluarga, pasalnya hasil karya atau keterampilan yang dibuat bisa langsung diterima oleh pasar. “Untungnya tentu saja untuk jajan anak, biaya anak sekolah dan kebutuhan keluarga lainnya,” kata Suare.


Selain mendapatkan nilai ekonomis, lanjut Suare, kegiatan ini bermanfaat karena memberikan pengetahuan kepada peserta, dan mengisi waktu kearah yang positif. Artinya, peserta dari tidak tahu keterampilan, menjadi tahu keterampilan karena mengikuti kegiatan tersebut.“Selain belajar keterampilan, kami juga diajarkan membuat kue yang juga memiliki nilai ekonomis,” tutup ibu beranak empat ini. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook