Bupati Terjun Langsung Sosialisasi

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 14 September 2018 - 14:11:15 WIB   |  dibaca: 365 kali
Bupati Terjun Langsung Sosialisasi

TAK SUNGKAN MENYAPA : Bupati Serang RT Tatu Chasanah menyapa ramah warga Tirtayasa dalam sosialisasi rencana revitalisasi Sungai Ciujung Lama, Kamis (13/9).

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggelar sosialisasi rencana revitalisasi Sungai Ciujung Lama atau kali mati kepada masyarakat di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pontang, Tirtayasa, dan Lebak Wangi. Sosialisasi dilakukan karena masih ada masyarakat yang belum mengetahui rencana revitalisasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau, Ciujung, Cidurian pada tahun depan.

Selain itu, sosialisasi juga dilakukan untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa tidak ada ganti rugi untuk bangunan yang berdiri di sepadan Sungai Ciujung Lama yang akan ditertibkan tahun ini. “Seperti yang saya sampaikan bahwa kita punya anggaran yang  sudah disetujui oleh pemerintah pusat untuk revitalisasi kali mati ini,” kata Bupati Serang Rt Tatu Chasanah, di Desa Kebuyutan, Kecamatan Tirtayasa, Kamis (13/9).

Ia menjelaskan, Pemkab Serang diberikan tanggungjawab untuk melakukan penertiban terhadap seluruh bangunan yang ada di sepadan kali sepanjang 8 kilometer tersebut, sebelum revitalisasi dimulai pada 2019 mendatang. “Tadi (kemarin-red) disampaikan ke masyarakat bahwa sepadan sungai merupakan milik negara dan dikuasai oleh negara, jadi tidak ada ganti rugi kepada masyarakat yang membangun di atas tanah negara,” ujarnya.

Tatu mengungkapkan, masyarakat masih banyak yang belum mengetahui aturan tersebut, sehingga ada masyarakat yang meminta ganti rugi saat bangunan mereka akan digusur. “Karena mungkin ketidakpahaman mereka berharap ada ganti rugi. Kalau ada yang bersertifikat tapi bangunannya di atas tanah negara itu ranahnya BPN (Kantor Pertanahan Nasional) nanti BPN yang akan menelusuri,” tuturnya.

Lebih lanjut Tatu menuturkan, pihaknya telah meminta kepada pihak BBWS Cidanau, Ciujung, Cidurian agar fungsi kali mati ke depan tidak hanya menjadi embung untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah Serang utara, namun juga dijadikan wisata air. “Yang terpikir oleh saya itu, kalau ada masyarakat yang rumahnya tidak layak huni (rutilahu) di sepadan kali mati dan pemiliknya tidak punya tanah itu yang menjadi PR kita,” katanya.

Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang Hatib Nawawi mengatakan, sosialisasi dilakukan sebanyak 16 kali, sedangkan pengambilan data penduduk yang menempati sepadan kali mati dilakukan selama enam bulan. “Data penduduk yang menggunakan sepadan kali mati di tiga kecamatan jumlah keseluruhannya untuk KK-nya 1.469, luas bangunan 186.536,49 meter dan luas tanah 686.408,48 meter,” kata Hatib.

Sementara itu, Kepala Desa Pegandikan, Kecamatan Lebak wangi Mafruha mendukung penuh rencana revitalisasi Sungai Ciujung lama tersebut, namun pihaknya berharap Pemkab Serang bisa mengecek secara detil terkait bangunan milik warganya. “Tadi (kemarin-red) dikatakan tidak ada ganti rugi untuk bangunan yang ada di sepadan kali, tapi masyarakat pasti ngomelnya ke kami. Di desa kami ada 10 bangunan yang di sepadan jalan yang memiliki sertifikat,” tuturnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook