Rampok 4 Minimarket dengan Pistol Mainan

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Jumat, 14 September 2018 - 14:24:48 WIB   |  dibaca: 1003 kali
Rampok 4 Minimarket dengan Pistol Mainan

PERAGAKAN AKSI : Pelaku memeragakan perampokan dengan menodongkan pistol mainan dalam jumpa pers pengungkapan perampokan empat minimarket yang terjadi di Kota Serang, dan Kabupaten Serang, Kamis (13/9).

SERANG - Merasa kecewa terhadap manajemen, dua orang karyawan minimarket, AG (30) dan LH (33) nekat merampok empat minimarket yang ada di Kota Serang dan Kabupaten Serang. Setiap kali merampok, kedua pelaku membekali diri dengan senjata tajam dan pistol mainan.

Berdasarkan data dari Polres Serang Kota, pelaku merampok minimarket Pabuaran, Kabupaten Serang pada Juni 2018, minimarket Curug dan Pasar Rau Serang, Kota Serang pada Agustus 2018, terakhir minimarket Panancangan, Kota Serang pada 11 September 2018 kemarin.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan kedua pelaku ditangkap di dua lokasi yang berbeda. AG ditangkap di wilayah Kecamatan Baros, Kabupaten Serang dan LH di wilayah Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, tiga jam setelah melakukan perampokan di minimarket Panancangan."LP (Laporan Polisi) terakhir, perampokan atau curas yang terjadi di Panancangan, Sumur Bor pada tanggal 11 September, yang dilaporkan pada jam 8 pagi dan tim buser berhasil menangkap pelaku jam 12.30 atau 3 jam setelah kejadian," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Dari penangkapan itu, baru kemudian terungkap jika pelaku perampokan berinisal AG masih tercatat sebagai karyawan minimarket di wilayah Baros yang sudah bekerja sekitar 12 tahun di sana. Sedangkan LH merupakan mantan karyawan minimarket tersebut."Dari beberapa kejadian perampokan, memiliki kesamaan pola. Modus perampokan dilakukan pada pagi hari, saat waralaba baru dibuka. Mereka (pelaku) mengaku sebagai pembeli, kemudian melakukan perampokan dengan pengancaman menggunakan sejata tajam dan pistol mainan," jelasnya.

Komarudin mengaku awalnya kesulitan mengungkap kasus perampokan itu. Sebab pelaku selalu menghilangkan barang bukti, dengan mengambil rekaman kamera pengintai atau closed circuit television (CCTV) di tempat kejadian perkara (TKP)."Sempat kehilangan jejak. Dari TKP kesatu, kedua dan ketiga ada kesamaan pola. Mereka membawa dua orang karyawan ke ruangan tempat penyimpanan brangkas dan DVR (digital video recorder atau perangkat rekaman video CCTV). Kemudian mereka mengambil rekaman CCTV," katanya.

Setiap kali melakukan perampokan, pelaku berhasil membawa kabur uang puluhan juta rupiah hasil penjualan dan rokok. Saat ditangkap, keduanya terpaksa dilumpukan oleh timah panas, karena berusaha kabur saat ditangkap."Mereka ini spesialis perampok waralaba di hari-hari libur. Keduanya akan dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan, dengan ancaman 9 tahun penjara," jelasnya.

Sementara itu, pelaku AG mengakui jika ia sudah bekerja selama 12 tahun di minimarket di Baros. Selama bekerja disana, dirinya mengaku kecewa dengan manajemen minimarket karena sering memotong gajinya. "Kecewa sama manajemen. Uang hasil rampokan buat bayar utang," katanya.

Menurut AG, setiap kali merampok, hasil rampokan selalu dibagi secara merata kepada LH. Selama ini, dirinyalah yang selalu mengajak LH untuk melakukan perampokan."Kalau hari libur omzetnya besar, bisa sampai Rp30 juta setiap beroperasi (merampok). Setiap kali merampok saya selalu minta maaf dulu, karena memang tidak mau menyakiti," ujarnya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook