Pemilih Ganda Bisa Tembus Tiga Juta

nurul roudhoh   |   Politik  |   Sabtu, 15 September 2018 - 11:10:53 WIB   |  dibaca: 2312 kali
Pemilih Ganda Bisa Tembus Tiga Juta

TERUS SISIR DATA : Suasana Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Pemilu 2019 tingkat Provinsi Banten yang digelar KPU Provinsi Banten, Jumat (14/9).

JAKARTA – Persoalan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 belum tuntas. Kian banyak ditemukan data ganda. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan 2.905.116 data pemilih dobel. Angka itu bisa bertambah karena penyisiran terus dilakukan di beberapa daerah.

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menyatakan, pihaknya sudah melakukan penyisiran di 492 kabupaten/kota. Hasilnya, ditemukan kegandaan berdasar tiga elemen. Yaitu, nomor induk kependudukan (NIK), nama, dan tanggal lahir.

Jajaran Bawaslu di provinsi dan kabupaten/kota masih terus mendata. Menurut dia, masih ada 22 daerah yang belum disisir. Tidak menutup kemungkinan data ganda akan menembus tiga juta. ’’Tapi, kami tidak mau berasumsi karena ini kan by name by address. Ini hak yang sangat sensitif,” terangnya saat ditemui di kantor Bawaslu kemarin (14/9).

Afif menyebut, daerah yang belum disisir mayoritas berada di Papua. Ada 19 daerah di Bumi Cenderawasih itu yang belum disisir. Saat ini, Bawaslu di daerah melakukan pendataan dan rapat pleno untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu menilai, angka 2,9 juta tersebut cukup mengagetkan karena sebelumnya Bawaslu hanya menemukan ratusan ribu data ganda. Kemudian, angka bertambah menjadi 1 juta; lalu 2,2 juta; sekarang sudah hampir 3 juta.

Mantan manajer riset Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) itu mengatakan, pihaknya akan melakukan konsolidasi bersama Bawaslu provinsi, KPU, dan KPU provinsi untuk membahas persoalan itu. ’’Semangatnya kan menyempurnakan dan membersihkan data agar lebih baik. Kami sebenarnya sangat kaget ketika mengetahui hampir tiga juta data ganda,” ungkapnya.

Selain data ganda, masih ada delapan juta pemilih yang belum masuk DPT. Mereka merupakan pemilih yang belum mempunyai e-KTP. Yaitu, pemilih pemula yang pada April 2019 berusia 17 tahun. Afif menyebut, persoalan itu juga harus mendapat perhatian serius. Mereka tentu belum mempunyai e-KTP. Padahal, untuk menyalurkan hak pilihnya, mereka harus mempunyai KTP elektronik. ’’Mekanismenya tidak boleh menggunakan surat keterangan (suket),” katanya.

Sementara itu, KPU mempunyai versi sendiri soal data ganda. Komisioner KPU Viryan Aziz menyatakan, data ganda sudah di bawah 1 persen atau di bawah satu juta. ’’Kami harap nanti semakin berkurang,” ujarnya saat ditemui di kantor KPU kemarin.

Dia berharap, pada penetapan perbaikan DPT yang digelar Minggu besok (16/9), semua data ganda sudah selesai. Jika data ganda tetap ada, apakah penetapan akan diundur? Dia tetap yakin persoalan data ganda bisa selesai sehingga tidak perlu diperpanjang.

Pejabat asal Pontianak itu mengatakan, jajaran KPU di daerah sudah bekerja maksimal untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan data. Pihaknya ingin menyajikan data yang bersih sehingga pemilu tahun depan bisa berjalan dengan baik. Begitu pula soal pemilih yang belum masuk DPT. Pihaknya masih terus mencari solusi terbaik dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, baik Bawaslu maupun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).


Sementara itu, Ketua KPU Banten Agus Sutisna mengakui masih adanya data pemilih ganda di Banten. "Betul ada kegandaan, dan KPU jelas akui itu. Hanya saja, kita tegaskan tidak sedahsyat apa yang diduga partai politik (parpol). Parpol menyebut ada sekitar dua juta data pemilih ganda, tapi setelah dicermati oleh KPU, jumlahnya tidak lebih dari 24 sampai 25 ribu yang ganda," ujar Agus saat ditemui disela rapat pleno penetapan DPT pemilu 2019 hasil perbaikan di Aula Kantor KPU Banten, Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (14/9).


Diketahui, pada penetapan DPT sebelumnya, KPU Banten menetapkan DPT untuk pemilu 2019 di Banten sebanyak  7.734.485 pemilih. Menurut Agus, dari hasil asessment KPU, data yang ganda sebanyak 25 ribu. "Artinya jelas KPU akui ada kegandaan data. Dan data (kegandaan) yang ada relatif sudah kita bersihkan," ujarnya. (jpg/satibi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook