241 Kamar Santri Terbakar

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 17 September 2018 - 14:03:56 WIB   |  dibaca: 408 kali
241 Kamar Santri Terbakar

LUDES : Kobong santri Ponpes Riyadul Awamil di Kampung Cangkudu, Desa baros, Kecamatan Baros, ludes terbakar, kemarin.

SERANG - 241 kamar santri Pondok Pesantren Riyadul Awamil di Kampung Cangkudu, Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, ludes dilalap si jago merah, Minggu (16/9). Kebakaran itu juga menghanguskan dua motor milik santri, majelis, rumah pemilik ponpes, dan perlengkapan pribadi santri.

Pengasuh Pondok Pesantren Riyadul Awamil, Oni Syahroni mengatakan, kebakaran yang diduga berasal dari korsleting listrik di kamar santri itu terjadi sekitar pukul 08.30. Api dengan cepat membakar ratusan kamar santri karena bangunan terbuat dari bilik dan kayu."Tau-tau api sudah di atas (di atap), pas di blok Asem. Total di sini sebanyak 241 kamar terbakar semua," katanya kepada Banten Raya di lokasi kejadian, kemarin.


Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat kebakaran terjadi, penghuni ponpes maupun masyarakat tidak bisa berbuat banyak. Karena api terus semakin membesar melahap bahan-bahan yang mudah terbakar seperti kayu, kasur dan pakaian. Tidak lama berselang, dua unit pemadam kebakaran dari Pusdalop BPBD Kabupaten Serang untuk membantu memadamkan api.


Meski menghanguskan ratusan kamar santri, Oni bersyukur tidak ada korban jiwa. Sebab, pada saat kejadian sebagian besar santri sedang beristirahat di kamar usai melaksanakan pengajian pagi."Santri pada kaget. Langsung keluar. Semua barang santri, pakaian, dompet. Termasuk kitab hangus terbakar," ungkapnya.

Lebih lanjut, Oni menambahkan walaupun semua kamar dan kitab terbakar, pengurus pesantren tidak akan meliburkan kegiatan santri. Untuk sementara waktu, pihaknya akan menggunakan mushala, tempat majelis ta'lim dan bangunan lainnya untuk kegiatan belajar."Kegiatan belajar tetap berjalan masih banyak tempat, ada musala dan majelis ta'alim," tambahnya.


Oni mengungkapkan, dalam peristiwa kebakaran di pesantren yang dibangun pada 1813 tersebut, telah menyebabkan kerugian materil Rp800 juta. Jumlah itu belum dihitung dengan kerugian pribadi para santri."Itu hanya bale rombeng (tempat tidur jelek). Doakan selamat semuanya, dan peristiwa ini malah menjadi berkah untuk pesantren," ungkapnya.


Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma mengatakan, berdasarkan catatannya, kebakaran itu sudah menghanguskan 12 komplek terdiri dari 300 kamar, dua motor milik santri rusak berat, 1 majelis rusak sedang, 1 rumah pemilik ponpes rusak ringan dan perlengkapan pribadi santri hangus terbakar."Kita juga persiapkan satu unit tenda pengungsi untuk 70 orang santri, bantuan pakaian layak pakai, logistik, peralatan mandi dan selimut," katanya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook