Soal Vonis Banding Iman, KPK Belum Bersikap

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Senin, 17 September 2018 - 14:05:39 WIB   |  dibaca: 783 kali
Soal Vonis Banding Iman, KPK Belum Bersikap

SERANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mempelajari hasil putusan banding terdakwa kasus suap perizinan Analisi Dampak Lingkungan (Amdal) Transmart, Tubagus Iman Ariyadi di Pengadilan Tinggi Banten. Dalam putusan itu, majelis hakim hanya menguatkan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Serang.


Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Khairudin mengatakan, saat ini pihaknya sudah secara resmi memegang hasil putusan tersebut. Namun, pihaknya masih mempelajari putusan banding dari PT Banten tersebut."Kami baca dulu putusannya," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Khaerudin, pihaknya tak mau terburu-buru mengambil sikap atas putusan PT Banten tersebut untuk melakukan langkah kasasi.Selain itu, KPK juga menunggu sikap dari terdakwa Iman Ariyadi lebih dulu."Kami belum ada sikap resmi, nunggu sikap terdakwa dulu," ujarnya.


Lebih lanjut, Khaerudin menjelaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri (PN) Serang untuk mengetahui apakah terdakwa Iman Ariyadi mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atau tidaknya."Kami akan koordinasi dengan PN," jelasnya.


Sementara itu, kuasa hukum Iman Ariyadi, Geo Sudarman mengatakan, kliennya kemungkinan tidak akan melakukan kasasi ke MA dan menerima hasil putusan PT Banten tersebut."Sepertinya terima (tidak mengajukan kasasi)," katanya.Diberitakan sebelumnya, hakim PT Banten mengeluarkan putusan yang menguatkan vonis penjara 6 tahun dan denda 250 juta subsider tiga bulan kurungan terhadap Walikota Cilegon nonaktif Tubagus Iman Ariyadi.


Iman sebelumnya divonis serupa oleh Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Serang. Tak puas dengan putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Iman mengajukan banding. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook