Panel Tenaga Surya Dijadikan Jemuran Baju

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 17 September 2018 - 14:08:45 WIB   |  dibaca: 463 kali
Panel Tenaga Surya Dijadikan Jemuran Baju

MANGKRAK : Warga melintas di samping sebuah panel tenaga surya yang dijadikan jemuran di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, kemarin.

SERANG - Alat pembangkit listrik tenaga matahari berupa panel surya untuk menyedot air tanah di Kampung Sukawali, Kelurahan Masjid Priyai, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, mengkrak. Bantuan pemerintah pusat itupun dijadikan sebagai tempat jemuran baju dan nasi aking oleh warga.


Syar'i, salah seorang warga Kampung Sukawali, mengungkapkan, bantuan tenaga matahari itu dibangun oleh Pemerintah Provinsi Banten sekitar tahun 2005 lalu. Alat ini sebenarnya dibangun untuk menjadi solusi krisis air bersih di daerah tersebut.

Dengan alat ini krisis air bersih di tiga kampung, yaitu Kampung Sukawali, Terwana Cilik, dan Masigit Tegal. Pada awal beroperasinya panel surya ini dapat teratasi. Namun setelah alat rusak maka secara otomatis air bersih kembali krisis. “Tapi cuma kepake 3 bulan,” kata Syar'i, Minggu (16/9).


Syar'i mengaku warga tidak bisa memperbaiki sendiri peralatan ini karena tidak diberikan pengetahuan bagaimana memperbaikinya. Bahkan, warga pun sebenarnya tidak mengajukan bantuan peralatan ini. Karena tidak mengetahui bagaimana memperbaiki, maka yang dilakukan warga adalah dengan menggelar selametan sesuai dengan petuah tokoh setempat. “Udah nyembeleh ayam bahkan kambing tapi tetep aer enggak keluar,” ujarnya.


Syar'i mengungkapkan bahwa sebelum rusak dan dibiarkan terbengkalai material yang keluar bukan air melainkan lumpur. Warga mengaku heran karena biasanya lumpur keluar terlebih dahulu baru kemudian air jernih yang keluar. Namun yang terjadi di Sukawali justru sebaliknya. Dalam beberapa bulan pertama air jernih yang keluar dan tidak asin namun setelahnya lumpur yang keluar. “Masyarakat enggak bisa memperbaiki. Enggak ngarti apa-apa,” tuturnya.


Syar'i mengtakan bahwa saat air bisa mengalir dari alat ini warga tidak susah payah mengambil air di saluran irigasi untuk mencuci dan mandi bahkan untuk minum. Sayangnya alat ini cepat rusak dan warga tidak bisa memperbaikinya. “Kalau warga paling bisanya nyangkul,” katanya.


Ketua RT 03 RW 04 Naim mengungkapkan bahwa pada saat bantuan pembangkit listrik mesin air tenaga surya ini datang ia saat itu belum menjabat sebagai ketua RT. Karena itu ia tidak mengetahui secara detail bantuan yang ada di kampungnya tersebut. Meski demikian, ia ingat saat air dari mesin ini mengalir mampu mengairi 3 kampung, yaitu Sukawali, Terwana Cilik, dan Masigit Tegal. “Airnya bersih dan enggak asin. Enak pokoknya,” katanya.


Naim mengungkapkan, sebenarnya masyarakat sudah menyampaikan keluhan ini kepada kelurahan bahkan kecamatan tetapi belum ada perbaikan. Menuntut perbaikan oleh warga pun tidak bisa dilakukan karena warga tidak memiliki keterampilan untuk itu. “Warga pengennya ini diperbaiki lagi,” tuturnya.


Dalamnya pengeboran air menjadi salah satu penyebab mengapa air yang keluar dari alat ini jernih dan tidak asin. Sementara bila pengeboran dilakukan oleh warga biasanya air yang keluar berasa asin. Hal itu juga yang ada di rumahnya. Namun karena tidak ada lagi ia terpaksa menggunakan air asin tersebut meski hanya untuk sekedar mencuci peralatan makan dan masak atau mencuci pakaian. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook