Ngaku Tim Syafrudin, Minta Proyek ke OPD

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 18 September 2018 - 14:31:43 WIB   |  dibaca: 281 kali
Ngaku Tim Syafrudin, Minta Proyek ke OPD

CONTRAFLOW : Kendaraan melaju dengan melawan arus atau contraflow di Jalan Raya Serang-Pandeglang, Kota Serang, Senin (17/9). Penerapan sistem contraflow ini diterapkan karena di lokasi tersebut sedang ada proyek perbaikan jembatan.

SERANG- Sejumlah orang yang mengaku-ngaku sebagai tim kampanye pasangan walikota dan wakil walikota Serang terpilih Syafrudin dan Subadri Usuludin meresahkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Mereka meminta proyek yang ada di OPD. Mereka juga mengaku bisa menurunkan jabatan para ASN.

Asda I Kota Serang Nanang Saepudin mengungkapkan bahwa ada sejumlah orang yang mendatangi belasan OPD dan mengaku bisa menurunkan jabatan ASN. Kabar ini didapatkannya dari sejumlah pejabat di beberapa OPD saat ia menjabat sebagai Plt Sekda Kota Serang beberapa waktu lalu.

Para oknum ini juga menawarkan jabatan bagi para ASN yang berminat dengan mengatasnamakan sebagai orang-orang Syafrudin dan Subadri."Macam-macam omongannya. Ada yang mengancam jabatan. Ada yang menjanjikan jabatan," kata Nanang di ruang kerjanya, Senin (17/9).

Tidak hanya mengancam soal jabatan beberapa orang ini bahkan ada juga yang meminta proyek kepada sejumlah OPD. Mereka beralasan telah mengeluarkan banyak uang untuk mendukung Syafrudin dan Subadri. Karena itu mereka berhak mendapatkan imbalan berupa proyek di OPD yang secara anggaran besar. Menurutnya, perilaku para oknum ini meresahkan banyak OPD. Meski demikian setelah ia mengkonfirmasi kabar ini, Syafrudin dengan tegas membantah telah memerintahkan orang untuk berkeliaran di OPD.


Dalam pesan yang dikirimkan kepadanya, Syafrudin mengaku belum pernah memberikan perintah apa pun kepada siapa pun untuk keluyuran ke Pemkot Serang dan meminta ini dan itu.
"Beliau bilang 'mohon antisipasi karena saya belum punya hak apa pun karena belum dilantik'," kata Nanang menirukan ucapan Syafrudin di pesan singkatnya.

Nanang mengaku telah mengumumkan masalah ini kepada para OPD saat apel pagi agar mereka tidak resah. Hal ini juga sesuai dengan permintaan Syafrudin agar seluruh OPD mengetahui duduk perkara yang sebenarnya.


Nanang mengatakan bahwa adanya fenomena ini karena ada orang-orang yang memanfaatkan situasi dengan menjual nama Syafrudin dan Subadri. Ia sendiri, menurut staf, diminta membuat Peraturan Walikota tentang staf khusus walikota oleh oknum tersebut.

Dihubungi terpisah, Syafrudin mengatakan bahwa ia sudah menelpon Asda 1 dan membantah keras klaim dari sejumlah oknum yang mengatasnamakan tim suksesnya. Ia mengaku selama ini belum pernah menugaskan orang atau apa pun untuk berkeliaran ke OPD menjanjikan posisi atau meminta posisi bahkan meminta proyek.

Bahkan menurut informasi yang didapatkannya, ada juga oknum yang mendatangi para pengusaha dan mengatasnamakan dirinya dan Subadri."Saya mah belum pernah menugaskan orang-orang seperti itu. Belum ada," katanya.

Ia mengaku pernah mengutus tim sukses ke Pemerintah Kota Serang, hanya saja itu untuk keperluan sinkronisasi program kerja 100 hari kepemimpinannya nanti. Mereka adalah tim sukses resmi dan tugas mereka hanya memasukkan program kerja yang disampaikan saat kampanye agar bisa masuk dan dianggarkan pada APBD 2019.

Sehingga setelah ia dilantik dan menjabat sebagai kepala daerah bisa langsung merealissiskan janji-janji kampanye."Saya juga pengen tahu orangnya siapa. Selama ini saya belum tahu. Itu kan merugikan nama baik saya," ujarnya seraya menambahkan bila para oknum itu diketahui, maka ia akan memberikan peringatan kepada mereka.
 
Ia mengungkapkan bahwa untuk mengatasi masalah ini, sejumlah langkah yang akan dilakukan di antaranya menyampaikan kepada para pendukung agar tidak menjual namanya ke OPD. Hal itu sudah ia sampaikan saat silaurahmi dan syukuran kemenangan pasangan Syafrudin Subadri di Gedung Gelanggang Remaja, Kompleks Stadion Maulana Yusuf Ciceri.

Ia juga mengimbau kepada para staf, lurah, camat, dan ASN lainnya agar tidak resah dengan ancaman pencopotan jabatan karena ia akan bekerja secara profesional dalam menempatkan pejabat."Saya juga sudah peringatkan ke tim dan bandrong kamarin saya katakan saya belum punya wewenang," ujarnya. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook