Kontingen Banten Targetkan Juara Umum

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Selasa, 18 September 2018 - 14:39:46 WIB   |  dibaca: 496 kali
Kontingen Banten Targetkan Juara Umum

PEMBUKAAN : Mendikbud menyerahkan tropi kepada panitia usai membuka perhelatan O2SN di Jogyakarta, kemarin.

SERANG – Kontingen asal Provinsi Banten menargetkan meraih juara umum dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2018 yang diselenggarakan di Yogyakarta, pada 16-22 September 2018. Target tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Khusus pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten.


Menurutnya, kontingen Banten untuk anak berkebutuhan khusus akan mengikuti empat mata lomba dengan sembilan katagori. Target raihan juara umum, kata Arkani, bukanlah hisapan jempol. Pasalnya, sejumlah persiapan sudah dilakukan pelatih dan pendamping untuk melatih mental dan fisik para atlet.


“Para atlet sebelum mengikuti O2SN di Jogya ini,  wajib untuk mengikuti training center yang melibatkan pelatih dan guru serta pendamping,” kata Arkani kepada Banten Raya, kemarin.
Ia menjelaskan, O2SN tahun ini dilakukan serentak di Jogyakarta pada semua jenjang pendidikan. Moment ini menjadi nilai tambah bagi pendamping dan pelatih untuk bersatu dan memberikan dukungan sebagai kontingen asal Banten.“Jadi pada saat ini Jogya kita bukan lagi mewakili sekolah atau kabupaten/kota, namun mewakili Provinsi Banten yang harus mengharumkan nama Banten pada ajang O2SN tingkat nasional. Jadi saya minta harus saling support,” kata Arkani.


Perlu diketahui, sebanyak 1.938 siswa menjadi peserta atau atlet dalam O2SN tahun 2018 yang diselenggarakan di Yogyakarta. Dalam pembukaan O2SN 2018, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengharapkan para siswa yang menjadi juara dalam O2SN bisa berpartisipasi dalam kompetisi olahraga internasional yaitu olimpiade.

"Bukan tidak mungkin apa yang akan Anda capai di O2SN ini akan diinventarisir oleh pencari bakat untuk mengikuti pertandingan olahraga di tingkat nasional maupun internasional. Indonesia saat ini sedang bersiap menghadapi Olimpiade Tahun 2020 di Tokyo, Jepang. Kita berharap alumni O2SN bisa ikut dalam olimpiade," kata Mendikbud di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (17/9/2018).


Dalam sambutannya, Mendikbud menyampaikan pesan pendidikan karakter untuk para peserta O2SN 2018. Ia menuturkan, menjadi juara atau menjadi nomor 1 di dalam O2SN memang sangat penting. Tapi kejujuran, usaha keras dan percaya diri lebih penting dari capaian menjadi nomor satu tersebut. "Selamat bertanding. Saya menunggu prestasi kalian," ujarnya.


Pembukaan O2SN oleh Mendikbud secara resmi ditandai dengan pelepasan anak panah secara simbolis. Hal ini terinspirasi dari Maskot O2SN 2018, yaitu Elang Jawa yang bergaya sedang memanah dan memegang panah Jemparingan dengan mengenakan kostum khas Yogyakarta, yaitu Surjan.


Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) dalam laporannya menyebutkan, O2SN 2018 diikuti 4.423 orang yang terdiri dari siswa atlet (1.938 orang), offisial (306 orang), pendamping (510 orang), pembina (204 orang), wasit dan asisten wasit (1.057 orang), dan panitia dan fasilitator (408 orang).

Ada sembilan cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu atletik, renang, bulutangkis, pencak silat, karate, senam, bocce, balap kursi roda, dan catur. Khusus untuk siswa berkebutuhan khusus, ada empat cabang olahraga, yakni bulutangkis, bocce, catur dan balap kursi roda. Para atlet akan memperebutkan total 448 medali.

Hamid mengatakan, penyelenggaraan O2SN tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-11. O2SN pertama kali digelar pada tahun 2008. "O2SN bertujuan membina dan mengembangkan bakat, minat, dan prestasi siswa dalam bidang olahraga, dan membentuk karakter yang tangguh, sportif, dan jujur serta saling menghargai," tuturnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook