Tidak Ada Tempat, Santri Tetap Bertahan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 18 September 2018 - 16:52:32 WIB   |  dibaca: 333 kali
Tidak Ada Tempat, Santri Tetap Bertahan

LUDES TERBAKAR : Santri Riyadul Awamil bermai badminton di puing-puing bangunan pesantren yang terbakar, Senin (17/9).

SERANG – Kondisi pondok pesantren (Ponpes) Riyadul Awamil, di Kampung Cangkudu, Desa Baros, Kecamatan Baros yang ludes terbakar pada Minggu (17/9) mulai dibersihkan. Selain itu, pihak pesantren juga secara bertahap mulai membangun kembali kobong yang hangus terbakar dengan menggunakan baja ringan. Sementara itu, Pemkab Serang memastikan akan membantu pembangunan ponpes tersebut.


Pantauan Banten Raya di lokasi, para santri yang masih tetap bertahan di pesantren di tempatkan di musala, majelis, dan tenda yang dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sementara itu, beberapa santri lainnya membersihkan puing-puing bangunan yang dimasukan ke dalam karung.


Jojo, salah seorang pengurus pesantren mengatakan, pakaian dan kitab santri tidak ada yang tersisa akibat kebakaran tersebut, kecuali tiga toilet yang tersisa. “Semua habis, baju hanya tinggal yang di badan santri. Kitab juga tidak ada yang tersisa, api begitu cepat membakar kobong,” ujar Jojo, Senin (17/9).


Meski demikian, para santri tetap bertahan dan tidak ada yang pulang, walapun sebagian wali santri telah datang ke pesantren untuk menjemput mereka. “Pada enggak mau pulang, mungkin mau bantu beres-beres. Untuk mengaji satu minggu ini diistirahatkan dulu. Kalau bicara kebutuhan, yang pasti butuh baju dan kitab, tapi itu nanti yang mengurus pak kiai,” katanya.


Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang Irawan Noor yang meninjau lokasi kebakaran mengatakan, pihaknya secepatnya akan membantu proses pembangunan ponpes agar para santri bisa belajar kembali. “Sekarang kita survei, kita musyawarah, sampai akhir tahun ini apa yang bisa kita bantu. Kemudian keluarga juga akan bermusyawarah untuk menata kembali,” ujar Irawan.


Ia berencana akan melakukan penanganan terhadap kebutuhan yang mendesak di antaranya membangun aula untuk kegiatan mengaji dan merehab tiga toilet yang mengalami rusak ringan. “Kita sedang koordinasi, kira-kira apa yang bisa kita bangun duluan. Yang jelas Ibu Bupati (Rt Tatu Chasanah-red) memerintahkan agar memberikan bantuan,” katanya.


Sementara itu, kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Serang, Senin (17/9). Kali ini kebakaran menghanguskan rumah warga Kampung Kramatwatu, Desa Lebakwana, Kecamatan Kramatwatu.

Peristiwa yang diduga karena arus pendek listrik tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma membenarkan insiden itu. Kali ini peristiwa terjadi di rumah milik Abdul Azis. "Kejadinnya sekitar jam 12.15. Satu unit rumah mengalami rusak berat," katanya kepada Banten Raya, kemarin.


Di September 2018 ini, kasus kebakaran tercatat cukup banyak. Nana mencatat ada 7 peristiwa kebakaran di bulan tersebut. Dengan rincian, 5 peristiwa di wilayah pemukiman, 1 peristiwa di wilayah industri, dan terakhir 1 peristiwa kebakaran lahan. "Kepada masyarakat kami menghimbau agar senangtiasa, selalu waspada dan mengantisipasi kebakaran dimusim kemarau," katanya.


Terpisah, pondok pesantren Minhaju Saadah di Kampung Cibingbiin Rt 012/02, Desa Cisampih, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak juga terbakar. Ada empat kamar yang terbakar dalam insiden yang diduga disebabkan korsleting listrik itu. (tanjung/darjat/hudaya)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook