Kabag Kas LKM Ciomas Ditahan

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 20 September 2018 - 17:17:40 WIB   |  dibaca: 772 kali
Kabag Kas LKM Ciomas Ditahan

DIGELANDANG : Kabag Kas LKM Ciomas Ahmad Tamami (kanan) digelandang ke rutan kelas II B Serang didampingi penyidik Kejari Serang, Rabu (19/9).

SERANG - Setelah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang pada Mei 2018, Kepala Bagian Kas PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Ciomas, Kabupaten Serang, Ahmad Tamami, akhirnya ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Serang oleh penyidik.


Kepala Kejari Serang Azhari mengatakan, Rabu (19/9) pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Ahmad Tamami. Dari hasil penyidikan diketahui jika tersangka menikmati Rp945 juta dari Rp1,8 miliar uang kas yang dibobol. "Mulai hari ini (Rabu) Kabag Kas LKM Ciomas kita tahan di Rutan Serang hingga 20 hari ke depan.

Ada beberapa pertimbangan, di antaranya terdakwa melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya. Juga sebagai efek jera terhadap pelaku tindak pidana korupsi," katanya Kajari disampingi Kasi Pidsus Kejari Serang Agustinus Olav Mangontan kepada Banten Raya, kemarin.


Azhari mengungkapkan, dalam kasus pembobolan uang kas di tubuh perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Serang itu, Ahmad Tamami sudah mengembalikan sebagian uang yang sudah dinikmatinya. "Dia sudah mengembalikan Rp30 juta. Jadi jauh sekali, dari estimasi kerugian negara dari Rp1,8 miliar baru dikembalikan Rp30 juta jadi sangat jauh sekali," ungkapnya.


Menurut Azhari, Ahmad Tamami memiliki peranan penting atas terjadinya pembobolan uang kas tersebut. Namun untuk pembuktiannya, akan dijelaskan secara rinci saat persidangan nanti."Dia hanya salah satu, jadi kemungkinan ada yang lain. Masih ada sisa yang ikut berperan. Siapakah itu? nanti penyidik akan mendalami lebih lanjut dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka-tersangka lain yang kita sidik," ungkapnya.


Sementara itu, kuasa hukum tersangka Shanty Wildaniyah mengatakan dariketerangan yang diperoleh Ahmad Tamami dan keluarganya, uang Rp945 juta yang dituding telah dinikmati oleh kliennya, tidak semuanya mengalir ke Ahmad Tamami."Masih kita upayakan untuk membuka siapa saja aliran dana itu mengalir. Beliau menikmati tapi tidak seluruhnya," katanya.


Shanty menjelaskan Ahmad Tamami sudah membuka dua nama yang diduga ikut menikmati uang kas LKM Ciomas. Namun keduanya warga luar, bukan bagian dari LKM Ciomas. "Ada dua, inisialnya R dan E dari pihak luar. Belum jelas untuk bisnia atau yang lain." jelasnya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook