Rebutan Tanah, Kakek-Kakek Saling Bacok

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Jumat, 21 September 2018 - 12:03:38 WIB   |  dibaca: 3775 kali
Rebutan Tanah, Kakek-Kakek Saling Bacok

LUKA PARAH : Rupian yang terluka tergolek di ruang UGD RS Dradjat Prawiranegara setelah terlibat pertengkaran dengan saudara kandungnya sendiri, Kamis (20/9).

SERANG – Kakak-beradik Rusdi (60), dan Rupian (64), warga Kampung Sumber Jaya, Desa Barugbug, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, saling bacok dengan menggunakan senjata tajam, gara-gara rebutan sawah warisan orangtuanya, Kamis (20/9). Akibat kejadian itu, keduanya luka parah.

Kapolsek Padarincang AKP Sopian mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh, saling bacok kakak beradik ini terjadi di daerah persawahan sekitar pukul 07.45 pagi. Saat itu Rusdi bertemu dengan saudaranya Rupian di pematang sawah.

Bermula adu mulut terjadi sehingga aksi baku parang pun tak terhindarkan."Keduanya bersaudara, kakak beradik. Awalnya gara-gara rebutan tanah warisan. Tapi itu katanya tanah statusnya CA (cagar alam)," katanya kepada Banten Raya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, kemarin.

Menurut Sopian, Rusdi terkena bacokan di bagian muka dengan kondisi cukup parah dan hanya menyisakan separuh mukanya saja. Sementara Rupian tak jauh mengenaskan, dia mengalami luka bacok bagian tangan kiri dan jari tangan kanan."Rusdi hanya menyisakan bagian matanya saja. Dari mata ke bawah hancur kita belum tau berapa bacokan. Sedangkan Rupian tangannya hampir putus," ungkapnya.

Kapolsek mengungkapkan, saat ini keduanya dalam kondisi kristis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Drajat Prawiranegara dalam pengananan medis dan belum bisa dimintai keterangan."Kita belum mendapatkan saksi-saksi karena saat duel, tidak ada orang lain. Hanya mereka berdua dan kita juga belum dapat keterangan dari keduanya. Apalagi korban Rusdi juga tidak bisa bicara karena lukanya itu," ungkapnya.

Sopian mengungkapkan kasus saling bacok antara kakak dan adik itu sudah dilimpahkan ke Mapolres Serang. Saat ini pihaknya hanya membantu mengamankan tempat kejadian perkara (TKP)."Ini hanya informasi awal saja. Selanjutnya bisa konfirmasi ke Reskrim Polres Serang Kota. Karena yang menangani mereka," ungkapnya

Sementara itu, Kepala Desa Ciomas Yani Suryani mengaku datang ke RSUD Serang untuk menjenguk Rusdi. Sebab, korban tercatat sebagai warganya. Dalam kasus ini, dirinya ingin menengahi pihak keluarga, supaya tidak terjadi keributan susulan."Yang jelas saya datang kesini, ingin membantu supaya dapat diselesaikan secara musyawarah (kekeluargaan) kalau kejadiannya, saya kurang tau," katanya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook