320 Kilogram Ikan Dibakar di Anyer

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 24 September 2018 - 15:30:00 WIB   |  dibaca: 262 kali
320 Kilogram Ikan Dibakar di Anyer

BAKAR IKAN : Ratusan ibu-ibu membakar ikan di pantai Florida Indang, Kecamatan Cinangka, Minggu (23/9).

SERANG – Setelah sukes menggelar Ngagurah Dano, expo AKCF 2018, lomba mancing selat sunda, color fun run, Pemkab Serang kembali menggelar Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan) sebagai rangkaian dari kegiatan Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF) 2018. Pada kesempatan tersebut ratusan orang bersama-sama membakar ikan yang telah disiapkan pihak panitia. Selain, itu Pemkab Serang menggelar lomba kicau burung.


Sekda Pemkab Serang Tb Entus Mahmud Sahiri mengatakan, Gemarikan digelar bertujuan untuk memasarkan kepada masyarakat agar gemar memakan ikan. “Konsumsi makan ikan masyarakat kita belum sesuai harapan. Melalui kegiatan ini diharapkan ada kesadaran yang meningkat dari masyarakat untuk mengkonsumsi ikan, karena ikan menyehatkan bagi masyarakat,” ujar Entus, di Pantai Florida, Anyer, Minggu (23/9).


Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang, Pemkab Serang mendorong masyarakat yang berada di pantai utara untuk mengembangkan budidaya ikan bandeng dan udang untuk meningkatkan perekonomian meraka. “Tidak hanya membudiayakan tapi juga mengolah ikan tersebut menjadi berbagai jenis makan yang bisa menambah nilai ekonomis,” katanya.


Kepala DKPP Kabupaten Serang Budi Mulyono mengungkapkan, konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Serang masih jauh dari target nasional. “Konsumsi ikan masyarakat kita baru sekitar 23,5 kilogram per kapita per tahun. Keinginan kita ada peningkatan, karena tingkat Provinsi Banten terutama Tangsel (Tangerang Selatan) sudah 33 kilogram per kapita per tahun,” ujar Budi.


Sedangkan target konsumsi ikan tingkat nasional yaitu di atas 33 kilogram per kapita per tahun. Kemudian untuk masyarakat luar negeri seperti Jepang konsumsi ikan sudah di atas 44 kilogram per kapita per tahun. “Makan ikan itu banyak manfaatnya, banyak kalium, omega 3, menambah kecerdasan. Ini harus diinformasikan ke masyarakat. Ikan yang dibakar di sini ada bandeng, tengkurungan, kue, kakap, dan lele. Jumlahnya 320 kilogram,” tuturnya.


Budi mengungkapkan, ikan-ikan tersbeut diperoleh dari para pembudidaya ikan di Desa Domas, Kecamatan Pontang dan para nelayan di Desa Trate, Kecamatan Kramatwatu, dan dari Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa. “Untuk ikan laut kita peroleh dari para nelayan. Kita akan terus galakan agar konsumsi ikan masyarakat kita meningkat. Selama ini ada kepercayaan jika makan ikan menyebabkan cacingan. Itu pemahaman yang keliru,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook