Banten Tolak Politisasi Hoaks dan SARA

nurul roudhoh   |   Politik  |   Senin, 24 September 2018 - 15:36:44 WIB   |  dibaca: 2008 kali
Banten Tolak Politisasi Hoaks dan SARA

JANGAN MELANGGAR : Pelepasan balon sebagai tanda simbolis kampanye pemilu damai 2019, Minggu (23/9).

SERANG – KPU Provinsi Banten menggelar deklarasi kampanye damai Pemilu 2019 di halaman Museum Negeri Banten, Kecamatan Serang, Kota Serang, Minggu (23/9). Dalam kesempatan itu seluruh peserta pemilu sepakat menolak adanya politisasi suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), hoaks dan politik uang.

Ketua KPU Provinsi Banten Wahyul Furqon mengatakan, setelah menyelesaikan tahapan penetapan daftar calon tetap (DCT) dan pasangan calon presiden dan wakil presiden, tahapan selanjutnya adalah masa kampanye. Para peserta pemilu pun telah sepakat untuk tidak melakukan praktik kotor selama tahapan tersebut.

“Prinsipnya kita penyelengara dan peserta pemilu hendaknya tidak melakukan hoaks, politisiasi SARA dan politik uang. Mari kita bangun proses demokrasi yang baik, karena demokrasi yang baik adalah baik dalam proses maupun hasilnya,” ujarnya disela-sela acara deklarasi.

Mantan Komisioner KPU Kota Tangerang itu menuturkan, komitmen semua pihak harus dibangun karena pada dasarnya pemilu adalah tanggung jawab bersama. Menjadi kesadaran kolektif warga dan seluruh elemen di Banten untuk menyukseskannya."Dalam pelaksana demokrasi Indonesia, khususnya Banten harus jadi contoh bahwa pelaksanaan demokrasi dapat berjalan dengan baik," katanya.

Untuk tahap kampanye, kata dia, dimulai serentak sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019. Setelahnya, akan ada masa tenang pada 14 hingga 16 April 2019. Hari pencoblosan dilakukan sehari setelah hari terakhir masa tenang pada 17 April 2019."Kepada peserta pemilu semoga  dapat memanfaatkan momen kampanye dengan sebaik-baiknya ini kesempatan untuk menyajikan program. Tetap berkomitmen untuk menolak politisiasi SARA, hoaks dan politik uang," ungkapnya.

Lebih lanjut dipaparkan Wahyul, ada sebanyak 26 calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari daerah pemilihan (dapil) Banten yang turut serta di Pemilu 2019. Terdiri atas 22 laki-laki dan 4 perempuan untuk memerbutkan empat kursi senator dari Banten."Untuk calon anggota DPRD Provinsi Banten KPU telah menetapkan sebanyak 1.102, terdiri dari 661 laki-laki dan 411 perempuan untuk bertarung di 10 daerah pemilihan memperebutkan 85 kursi," paparnya.

Dalam kesempatan itu juga dia meminta, kepada TNI dan Polri serta ASN untuk senantiasa menjaga netralitasnya. Mampu bersikap profesional dan independen."TNI/Polri harus tetap menjaga netralitas karena keikutsertaaan mereka akan merusak pemilu. Masyarakat Banten harus menjaga pemilu secara damai. Menjaga kesatuan dan persatuan di bumi Banten. Mari kita sukseskan pemilu serentak di Banten," tuturnya.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, pemilu yang diselenggarakan di Provinsi Banten harus berjalan bersih, aman dan damai. "Yang paling penting adalah menjaga supaya tidak ada perpecah belahan di masyarakat, khususnya masyarakat Banten. Pemilihan umum serentak 2019 haruslah berjalan bersih, aman dan damai," ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu juga meyoroti, maraknya kampanye di media sosial (medsos) yang terkesan tak terkontrol. Pemprov juga telah berkoodinasi dengan Polda Banten untuk memantau dan mengantisipasi adanya ujaran kebencian di dunia maya.

“Sempat diskusi dengan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu), jadi Bawaslu juga tidak bisa memantau akun-akun medsos dalam kaitan kampanye yang ada. Hanya yang didaftarkan saja. Saya juga minta bantuan ke Wakapolda melalui ditkrimsus (Direktorat Kriminal Khusus)-nya, terkait pemantauan ujaran kebencian di medsos. Harus bisa diantisipasi agar masyarakat bisa menjaga kondusifitas,” pungkasnya.

Acara deklarasi pun ditutup dengan acara pawai. Penyelenggara pemilu KPU dan Bawaslu Banten diikuti bakal calon anggota DPD RI serta parpol peserta pemilu berjalan dari halaman Museum Negeri Banten mengelilingi Alun-alun Kota Serang. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook