Juara Nasional, November Wakili Indonesia di Belgia

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 25 September 2018 - 12:34:44 WIB   |  dibaca: 236 kali
Juara Nasional, November Wakili Indonesia di Belgia

Rahmatulloh Bagus Putra Karateka asal Kota Cilegon.

CITANGKIL  – Satu lagi prestasi ditorehkan warga Kota Cilegon di tingkat nasional. Rahmatulloh Bagus Putra (12), bocah berusia 12 tahun asal Lingkungan Ramanuju Baru, RT 04/09, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, berhasil meraih medali emas Olimpiade Olahraga Sains Nasional (O2SN) tingkat nasional dari cabang karate.

Menggeluti olahraga bela diri asal Jepang yaitu Karate, sudah dilakoni Rahmatulloh Bagus Putra sejak enam tahun lalu. Bagus sapaan akrabnya, berhasil merebut medali emasa O2SN Sekolah Dasar (SD) tingkat nasional di Yogyakarta pada pekan lalu. Bagus menjadi kontingen O2SN dari Provinsi Banten yang turun di kancah nasional. Melalui cabang karate, Banten meraih prestasi nasional.


Bagus berhasil menjuarai karate O2SN tingkat nasional pada kelas Kata. Sementara, di kelas Komite minus 35 kilogram, bagus juga menyumbangkan medali perunggu setelah menjadi juara tiga. Prestasi tersebut diraih bagus pada O2SN yang diselenggarakan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 15 hingga 22 September 2018.


Bocah 12 tahun asal Cilegon ini baru pertama kali turun di O2SN tingkat nasional. Namun, kesempatan tersebut berhasil dijawab oleh Bagus yang langsung berprestasi dengan menyumbangkan prestasi di satu emas dan satu perunggu untuk Provinsi Banten.

Saat ditemui Banten Raya, Bagus mengatakan, Ia berhasil merengkuh medali emas di kelas kata setelah mengalahkan lawan-lawannya dari berbagai Provinsi di Indonesia. Saat final, bagus berhasil menundukan perlawanan Jawa Timur (Jatim). "Final kelas kata lawan Jatim, itu pertandingan yang sangat berat. Sebelumnya juga mengalahkan Jabar (Jawa Barat) pertandingannya cukup berat juga," kata bocah yang mengidolakan karateka nasional Zigi Zaresta ini.

Dalam pertandingan final, tambah Bagus, Ia berhasil memerlihatkan jurus kata unsu. Menurutnya, jurus tersebut sangat sulit dilakukan. Bagus sendiri tunduk di seminfinal kelas komite minus 35 kilogram oleh karateka asal Kalimantan Timur (Kaltim). "Dari juara tersebut saya dapat medali, satu emas dan satu perunggu. Uang pembinaan, serta sertifikat," tambah bocah kelas VI SD YPWK 1 ini.

Setelah menjuarai O2SN tingkat nasional, pada Akhir September ini, Bagus akan kembali mengiktui opern turnamen karate di Banten. Setelah itu, pada Oktober nanti bagus akan menjalani pemusatan latihan Pelatnas di Bogor untuk persiapan mewakili Indonesia dalam Open Turnamen Karat di Belgian November nanti. "Oktober nanti saya akan dikarantina untuk pemusatan latihan di Bogor untuk persiapan mengiktu turnamen di Belgia mewakili Indonesia," ucap anak penyandang sabuk coklat ini.   

Bagus menuturkan, hobinya dengan olahraga bela diri asal Jepang ini pertama kali saat Ia coba-coba mengikuti ekstrakulikuler di SD. Saat itu, Ia baru duduk di kelas I SD. Bagus mengikuti ekstrakulikuler olahraga karate. "Sejak kelas I SD sampai sekarang kelas VI SD saya berlatih karate. Awalnya hanya mengiktu ekstrakulikuler di sekolah saja, tapi saat ini sudah saya teknui dan bercita-cita lebih tinggi lagi di karate," tutur bocah kelahiran 2006 ini.

Bagus sendiri bercita-cita utnuk bisa menjadi atlet karate dunia. Ia juga terus berlatih untuk mewujudkan cita-citanya menyumbangkan emas Asian Games dan Olimpade dari cabang karate, "Saya terus berlatih, saat ini aya berlatih lari dan latihan fisik lainnya setiap pagi. Nanti sore setelah pulang sekolah latihan tekniknya, sekitar dua jam," ujarnya.

Bagus juga ingin seperti idolanya yaitu Zigi Zaresta, karateka nasional yang merebut medali perunggu Asian Games 2018. Saat ini, Bagus berlatih di klub karate Edi setiap Senin sampai Jumat. "Setiap Sabtu saya juga renang untuk latihan fisiknya," ungkapnya.

Ibunda Bagus, Emil Emiliyawati mengatakan, anak pertamanya ini memang sudah terlihat bakatnya sejak kecil. Bagus berlatih karate sejak enam tahun lalu. "Bagus juga tidak memunyai keturunan atlet, kita mendukung dan mengarahkan sejak SD saja," terangnya.

Emil menambahkan, saat ini Ia juga akan mendorong anaknya untuk berprestasi dengan mendoakan dan mendampingi saat Bagus bertanding. "Kemarin di Yogyakarta juga kami dampingi. Tapi nanti di Belgia kami tidak bisa mendampingi karena fasilitas semua dari Kemenpora hanya untuk atlet saja," tambahnya.


Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kota Cilegon Nurrotul Uyun mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon harus mendorong atlet-atlet seperti Bagus yang berprestasi. Pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan. "Ini juga kan mewakili Indonesia dari Cilegon. Kami sangat bangga," kata Uyun. (AINUL GILLANG)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook