Kades Diminta Hindari Media dan Wartawan Abal-abal

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Selasa, 25 September 2018 - 14:42:51 WIB   |  dibaca: 80 kali
Kades Diminta Hindari Media dan Wartawan Abal-abal

SAMBUTAN : Bupati Pandeglang Irna Narulita memberikan sambutan pada acara literasi media yang digelar PWI Pandeglang di Gedung Graha Pancasila, Senin (24/9). Hadir dalam acara Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo.

PANDEGLANG - Kepala desa (Kades) di Kabupaten Pandeglang diminta untuk lebih jeli membedakan media dan wartawan yang kredibel dan yang tidak.Demikian hal itu ditegaskan Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo ketika menjadi narasumber kegiatan Literasi Media PWI Kabupaten Pandeglang di Gedung Graha Pancasila Pandeglang, Senin (24/9).


Menurut Yosep, semua pihak harus mengetahui mana media yang sudah tersertifikasi Dewan Pers atau belum. Hal ini bisa dilihat dari sisi badan hukum, alamat kantor, jenis usaha, susunan redaksi, dan cara kerja. "Kita harus bisa memilih mana media yang abal-abal dan bukan. Sekarang banyak media abal-abal dan jadi-jadian. Judulnya hanya ingin menyerap APBD, berita yang dibuat memojokkan kepala desa. Tapi media yang benar sudah kita berikan sertifikat," tegasnya.


Yosep mengingatkan, masyarakat untuk mengetahui mana wartawan yang berkompetensi maupun tidak. Dia pun mengharapkan, wartawan untuk lebih jeli dalam menyerap informasi dari narasumber. "Kita harus bisa membedakan mana wartawan benar dan abal-abal. Wartawan berkompeten itu sudah memiliki kompetensi muda, madya, dan utama. Kita Dewan Pers meminta wartawan di seluruh Indonesia untuk melakukan uji kompetensi. Seluruh berita harus melalui klarifikasi akhir. Wajib bagi kita untuk mengetahui sumber yang bisa dipertanggungjawabkan," imbuhnya.


Sebaliknya, masyarakat pun diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial (medsos). Masyarakat harus bisa melakukan kros cek terlebih dahulu terhadap informasi yang didapat sebelum dibagikan melalui medsos. "Informasi yang didapat, baik melalui whatsapp maupun facebook, kita harus melakukan sering apapun informasinya. Mengecek kembali informasi yang didapat. Tujuannya bagaimana kita mencegah hoax," harapnya.


Hadir dalam kegiatan itu Bupati Pandeglang, Irna Narulita, Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban, Anggota DPR, Achmad Dimyati Natakusumah, Ketua DPRD Pandeglang, Gunawan, Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono, Kepala DPMPD Pandeglang, Taufik Hidayat, Kepala Dinkes Pandeglang, Raden Dewi Setiani, Pengamat Komunikasi, Abdul Malik, Ketua PWI Banten dan Pandeglang, seluruh Camat dan Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Pandeglang.


Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, kegiatan tersebut untuk mengantisipasi pemberitaan hoax dan penyalahgunaan informasi. Irna menyadari, sering menerima laporan adanya kades yang menjadi korban prilaku oknum wartawan yang menyalahgunakan profesinya untuk mendapat keuntungan semata. "Sesuai dengan temanya jaga keutuhan NKRI tanpa hoax, acara ini sangat bagus untuk mengantisipasi adanya oknum wartawan yang menyalahgunakan informasi," kata Irna, saat memberikan sambutan.


Sementara itu, Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Pandeglang, Ibnu Hajar menyambut baik kegiatan Literasi Media. Karena dia mengaku sering merasa terganggu dengan oknum wartawan yang legalitasnya belum jelas.

Oleh karenanya, dia mengharapkan, kedepan kegiatan tersebut bisa terus berlanjut setiap tahunnya. "Kami berharap kegiatan itu bisa selalu dilaksanakan. Dengan begitu, pemahaman kades tentang dunia jurnalis terus meningkat dan menjadi ajang konsultasi serta bertukar pikiran," tandas Kades Kalanganyar, Kecamatan Labuan ini. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook