PSSI Siapkan Aturan Baru

nurul roudhoh   |   Olah Raga  |   Selasa, 25 September 2018 - 14:45:21 WIB   |  dibaca: 182 kali
 PSSI Siapkan Aturan Baru

DIAMANKAN : Polisi mengamankan 8 warga yang diduga terlibat pengeroyokan terhadap Haringga hingga meninggal dunia, kemarin.

JAKARTA - PSSI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap klub-klub terkait insiden tewasnya suporter Persija Jakarta, Minggu (23/9). PSSI meminta agae seluruh klub bisa menjadikan peristiwa tragis itu sebagai pelajaran.


"PSSI ikut belasungkawa yang mendalam atas kejadian yang menimpa Haringga. Kami sangat prihatin dan menyayangkan peristiwa ini. Kami mengecam oknum pelaku. Kami harap kejadian ini tak terulang di sepak bola Indonesia," tutur Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (24/9).

“Kita percayakan kepada pihak berwajib untuk mengusut tuntas. Tentu PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru dan klub-klub juga akan melakukan evaluasi agar ke depan hal-hal seperti ini tidak terulang lagi," tambah pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara itu.


Menurut Anggota Komite Eksekutif PSSI, Yoyok Sukawi pihaknya berencana membuat aturan baru agar kejadian mengenaskan tersebut tak terulang kembali. Ia menyebutkan, aturan baru yang bakal direncanakan itu berupa pengurangan poin.

Salah satunya, menurut Yoyok, pengurangan poin kepada klub jika suporternya melakukan tindakan tak sportif, seperti menyalakan flare dikurangi satu poin hingga melakukan tindakan kerusuhan dipotong tiga poin untuk klubnya. Ia juga mengatakan, kejadian ini akan menjadi perhatian khusus bagi pihaknya.

"Kejadian ini sudah masuk dalam ranah pidana, sudah sepatutnya kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian ini. Karena aksi-aksi ini sudah banyak tercium direncanakan sebelum laga berlangsung seperti aksi sweeping dan lain-lainnya. Jadi hukuman harus memberikan efek jera bagi pelaku," tegas Yoyok saat dihubungi wartawan.


"Tentunya ini bakal menjadi perhatian khusu bagi PSSI. Kami akan siapkan aturan-aturan baru agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Hukuman yang sedang kami siapkan, seperti hukuman tambahan kepada klub dan hukuman tambahan kepada organisasi suporter dan juga antisipasi berupa larangan mendukung dan didukung. Dan saat ini sedang kami persiapkan," sambungnya menjelaskan.


Ia melanjutkan, nantinya aturan tersebut akan dibuat oleh Exco PSSI dan dikukuhkan menjadi kode disiplin untuk menjadi pegangan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI dan Komisi Banding untuk bisa mengakkan hukum aturan.


"Kami sih, inginnya begitu (penguranan poin). Dan mudah-mudahan hal itu bisa terlaksana. Dan itu harus ada keterkaitan antara klub dan pendukungnya terkait hukuman yang akan diberlakukan tersebut," tukas Yoyok.


Sementara itu PT LIB memastikan akan menyikapi peristiwa ini sebagai kejadian yang sangat serius. Operator Liga 1 Indonesia itu mengaku berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait untuk bisa menyelesaikan persoalan sesuai dengan tugas dan wewenangnya masing-masing.


“Kami menyampaikan prihatin atas peristiwa tersebut. PT LIB selalu berusaha keras untuk menghilangkan segala bentuk kekerasan dalam sepak bola. Kepada semua elemen pemangku sepak bola nasional, mari berkomitmen agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Mari sama-sama menempatkan sepak bola sebagai pemersatu bangsa,” sambung Risha menandaskan.

Insiden itu-pun membuat pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengecam kera kejadian tersebut. Menurut Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto, pihaknya ingin adanya perubahan agar sepak bola dan pembinaan suporter bisa lebih ditingkatkan.


"Kejadian ini tentunya membuat kami sanat prihatin dan keceta. Kami juga turut berduka cita atas peritiwa tersebut. Kejadian ini sudah sering diingatkan, tapi masih saja terulang kembali. Poinnya kami menginginkan adanya perubahan yang mendasar, agar bagaimana  sepak bola bisa maju kalau pembinaan suporter tidak dilakukan secara masif dan signifikan," jelas Gatot.


Gatot mengatakan hingga saat ini pihaknya menunggu laporan pertanggungjawaban dari PSSI, PT Liga Indonesia Baru, dan Persib Bandung terkait insiden tersebut. "Kami masih menuggu laporan dari PSSI. Hari ini juga kami sudah melayangkan surat kepada PSSI, PT LIB dan tuan rumah agar mereka memberikan laporan pertanggungjawaban. Karena kejadian ini bisa jadi akan menimbulkan bekas seperti aksi balas dendam dan trauman mendalam. Dan kami masih memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada PSSI. Intinya, harus ada laporan dan sikap tegas dari PSSI," sambungnya.


Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi melalui akun twitter miliknya, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas kejadian yang menyebabkan tewasnya oknum suporter Persija tersebut. "Pemerintah tak akan tinggal diam jika ada anak muda terus jadi korban hanya karena sepakbola. -IN.#RIPHaringga," tulis Kemenpora di akun twitternya. (fin)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook