Demo Kritik Jokowi Ricuh

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 25 September 2018 - 15:54:36 WIB   |  dibaca: 677 kali
Demo Kritik Jokowi Ricuh

TAK TERKENDALI : Petugas kepolisian dan mahasiswa terlibat aksi saling dorong dalam unjuk rasa di Gerbang Sekretariat DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (24/9).

SERANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) berunjuk rasa mengkritik kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) di depan Sekretariat DPRD Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (24/9). Namun aksi yang awalnya berjalan damai berakhir ricuh.


Pantauan Banten Raya, aksi dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Massa yang tiba usai long march dari Kampus II UIN Sultan Maulana Hasanudin langsung menggelar orasi di depan gedung wakil rakyat yang dijaga aparat.


Setelah perwakilan massa bergantian berorasi, mahasiswa menggelar aksi teatrikal. Tiga mahasiswa berjalan dengan lutut dengan kepala yang ditutupi karung goni dan tangan terikat ke belakang. Aksi tersebut menggambarkan penderitaan rakyat saat ini.


Sekira pukul 15.30 WIB, lantaran tak juga ditemui anggota dewan, mereka mencoba masuk Gedung DPRD. Aksi dorong-dorongan pun terjadi hingga berujung pada dugaan aksi kekerasan. Sejumlah mahasiswa menggunakan pengeras suara mengaku mendapat bogem mentah dari aparat. Salah seorang dari mereka bahkan mengaku terpukul hingga kacamatanya pecah.


Mahasiswa bergeming, kali ini mereka menggelar aksi bakar spanduk. Sekali lagi, aksi ini berbuntut pada kericuhan saat aparat mencoba memadamkan api. Seorang mahasiswa bahkan terpisah, tertarik ke barikade aparat hingga terpojok ke gerbang Gedung DPRD dan sempat mendapat pukulan.


Melihat temannya diperlakukan demikian, mahasiswa lainnya berupaya menyelamatkan dengan menerobos barikade pengawalan. Aksi tak meluas karena Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin berhasil menteralisir situasi. Mahasiswa yang terpojok tadi pun dilepaskan. Setelah peristiwa tersebut massa memilih menahan diri dan kembali berorasi.  


Ketua Umum HMI Cabang Serang Abu Jihad Amin mengatakan, jelang akhir masa jabatan pemerintahan, Jokowi-JK belum bisa menuntaskan seluruh janji kampanyanya. "Empat tahun lalu, janji kampanye melalui nawacita belum terealisasi. Jokowi-JK Gagal," ujarnya.


Ia menuturkan, janji kampanye yang tak terselesaikan berakibat pada munculnya sejumlah permasalahan pada bangsa dan masyarakat. Pemerintahan Jokowi-JK juga kerap kali membuat kebijakan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat."Janji hanya tinggal janji, yang tak lain janjinya hanya sebuah pencitraan yang hanya mementingkan dan menjaga elektabilitas," katanya.


Sementara itu, Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Serang Subhan Fauzi mengatakan, kegagalan Jokowi-JK merupakan fakta yang tidak bisa dibantah. Dari bidang ekonomi, rupiah tak berdaya dengan dolar. Selanjutnya, swasembada beras berujung impor beras. "Semua yang bersangkutan dengan masyarakat kecil kini tinggallah janji," ungkapnya.


Selain itu tataran demokrasi tercabik di tahun politik. Ruang laboratorium pendidikan atau kampus yang seharusnya bersih dari tindak politik praktis tapi yang terjadi sebaliknya laboratorium pendidikan dijadikan ajang sasaran untuk menggaet suara milenial. "Seharusnya laboratorium pendidikan steril dari praktik politik praktis," pungkasnya.
Setelah menyampaikan orasi mahasiswa membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 16.00 WIB.


Usai aksi, Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengaku, sengaja ikut turun mengawal jalannya aksi. Dia tak ingin terjadi peristiwa yang tak diinginkan.“Biar bagaimana pun anggota kepolisian manusia biasa. Nah ini harus dikendalikan betul agar kita tidak terpeleset dalam langkah-langkah yang bisa saja jadi bumerang. Bukannya mengamankan malah ada tindakan represif dan lain sebagainya, itu yang kita hindari,” tuturnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook