Ditahan, Mantan Dirut Pertamina Nangis

nurul roudhoh   |   Nasional  |   Selasa, 25 September 2018 - 15:57:22 WIB   |  dibaca: 134 kali
Ditahan, Mantan Dirut Pertamina Nangis

RUGI RP568 MILIAR : Mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan ditahan Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi investasi perusahaan di Australia pada 2009, kemarin.

JAKARTA, FIN - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung menjebloskan Mantan Direktur Utama PT Pertamina (persero), Karen Galaila Agustiawan ke balik jeruji besi Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (24/9). Bekas orang nomor satu di PT Pertamina (persero) itu ditahan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung terkait korupsi investasi perusahaan di Blok Baster Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009 yang merugikan negara Rp 568 miliar.


"Hari ini (kemarin -red) memang jadwal pemeriksaan sodara Karen sebagai tersangka, kedian salam proses pemeriksaan tim penyidik berpendapat perlu melakukan upaya paksa penahanan selama 20 hari ke depan, penahanan terhitung hari ini," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) M Adi Toegarisman.


Dia menjelaskan penahanan terhadap Karen Galaila Agustiawan untuk kepentingan proses penyidikan. Penahanan dilakukan dengan alasan subjektif dan objektif yakni ada kekhawatiran tersangka melarikan diri, mempengaruhi saksi -saksi dan merusak barang bikti serta ancaman hukuman diatas lima tahun."Diperlukan langkah berupa penahanan maksud dan tujuannya telah memenuhi syarat dalam rangka penyelesaian perkara ini tersangka. Karen dilakukan penahana 20 hari rutan Pondok Bambu," katanya.


Dia menegaskan saat PT Pertamina (persero) melakukan investasi di perusahaan di Blok Baster Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009 mengakibatkan merugikan negara Rp 568 miliar. "Tidak membawa hasil istilahnya rugi pertamina di BMG," tegasnya.


Karen Agustiawan yang keluar dari ruang pemeriksaan dengan rompi pink bertuliskan tahanan Kejaksaan Agung terlihat meneteskan air matanya. Sebelum memasuki mobil tahanan, ia terlihat berpelukan dengan para kerabatnya sambil menangis tersedu sedu. Saat dimintai tanggapan soal penahanam dirinya, Karen mengaku telah menjalankan sesuai prosedur yang berlaku."Masih proses hukum biar saja ini hukum berjalan sampai ke pengadilan. Saya sebagai Dirut Pertamina saat itu sudah menjalani tugas saya mengikuti prosedur," singkatnya.


Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Dirdik pada Jampidsus) Warih Sadono mengatakan pernyataan tersangka Karen Galaila Agustiawan yang mengklaim sesuai prosedur dalam menjalankan tugasnya sebagao Direktur Utama PT Pertamina merupakan hak dari tersangka."Itu hak tersangka, biarkan saja, tidak masalah, nanti kita adu bukti di pengadilan," simgkatnya.


Sebelumnya,  Kamis (30/8) lalu, Bekas Direktur Keuangan PT Pertamina Frederik Siahaan juga dijebloskan ke balik jeruji besi oleh penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung.
Kasus ini menetapkan empat orang tersangka yakni Mantan Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan. Sedangkan tiga tersangka lainnya yakni Chief Legal Councel and Compliance, Genades Panjaitan dan mantan Direktur Keuangan, Frederik Siahaan serta mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT Pertamina berinisial Bayu.


Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


Kasus itu berawal pada 2009 PT Pertamina (Persero) telah melakukan kegiatan akuisisi berupa pembelian sebagian asset milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Project tanggal 27 Mei 2009.


Dalam pelaksanaanya ditemui adanya dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan pedoman investasi dalam pengambilan keputusan investasi. Di antaranya tanpa adanya feasibility study dan tanpa adanya persetujuan dari dewan komisaris, yang mengakibatkan peruntukan dan penggunaan dana sejumlah USD 31.492.851 serta biaya-biaya yang timbul lainnya sejumlah USD 26.808.244 tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada PT Pertamina atau setara dengan Rp568.066.000.000 sebagaimana perhitungan Akuntan Publik. (fin)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook