PMI Terima Hibah Rp 500 Juta

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 26 September 2018 - 12:08:26 WIB   |  dibaca: 155 kali
PMI Terima Hibah Rp 500 Juta

BANTUAN : Sejumlah anggota PMI Kota Cilegon tengah sibuk merapikan bantuan untuk orang yang terkena bencana, kemarin.

CILEGON – Bendahara Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon Retno Windarwati menyampaikan bahwa dana hibanh yang didapatkan oleh PMI pada 2018 adalah sebesar Rp 500 juta dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Dana hibah tersebut sebagian besar digunakan untuk program kebencanaan yang dilakukan oleh PMI Kota Cilegon.  

"Tahun ini (2018-red) kami mendapatkan Rp 500 juta. Itu sesuai dengan apa yang diajukan terkait realisasi programnya, terutama soal kebencanaan dan kegiatan KSR (Korp Sukarela) dan PMR (Palang Merah Remaja)," katanya kepada Banten Raya, Selasa (25/6).


Retno menjelaskan, pihaknya enggan merinci pengunaan hibah tersebut. Namun, Ia menerangkan bahwa dana diprioritaskan untuk program kemanusiaan kebancanaan. Sementara, jumlah Rp 500 juta tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan pada 2017 yang hanya mencapai R p300 juta. Pada 2019 juga PMI akan mengajukan dana hibah kembali."Tahun lalu (2017-red) jumlahnya cukup sedikit cuma Rp 300 juta.

Sementara rincinannya langsung saja tanyakan kepada ketua (Abdul Hakim Lubis-red. Namun antara program kemanusiaan atau kebencanaan tentu lebih prioritas dibanding kegiatan lainnya," jelasnya.


Sekretaris PMI Kota Cilegon Ujang Syamsul menambahkan, selain dana hibah dari Pemkot Cilegon, PMI Kota Cilegon setiap tahunnya juga mengadakan bulan dana. Nilai bulan dana pada 2017 mencapai kurang lebih Rp300 juta, sementara untuk 2018 belum dilaksanakan. "Untuk bulan dana sekarang (2018-red) bukan belum rampung, malah kita belum mengadakan. Namun, untuk 2017 kira-kira sekitar Rp 300 juta," tambahnya.

Ujang menjelaskan, anggaran hibah dan bulan dana sebagian besar penggunaannya untuk pelayanan penanggulangan bencana, pelayanan sosial dan pelayanan kesehatan. Sementara untuk pelayanan penaggulangan bencana atau kemanusiaan mencapai 80 persen.

Penanguulangan bencana tersebut berupa pemberian bantuan untuk korban bencana atau hal yang masih menyangkut kebencanaan, pelayanan sosial seperti bantuan kacamata baca untuk yang tidak mampu dan juga bantuan buku atau pembuatan sumur dan sebagainya, sementara untuk program kesehatan itu adalah saat melakukan pelayanan mudik lebaran.

"Jika diurut itu paling besar penggunaannya adalah untuk pertama pelayanan kebencanaan, kedua sosial dan ketiga kesehatan, sementara untuk kebencanaan ini memang menjadi prioritas," jelasnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook