Pengerukan Kali Habiskan Rp 1,3 Miliar

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 28 September 2018 - 11:57:11 WIB   |  dibaca: 271 kali
Pengerukan Kali Habiskan Rp 1,3 Miliar

DANGKAL : Normalisasi Kali Bedeng di Lingkungan Kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon belum lama ini.

CILEGON - Menjelang datangnya musim penghujan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon akan melakukan pengerukan saluran air dan kali yang melintas di Kota Cilegon. Pengerukan kali tersebut akan menghabiskan dana sebesar Rp 1,3 miliar.

 

Kepala Seksi (Kasi) Pengairan pada DPUTR Kota Cilegon Tedi Machfudi mengatakan, saat ini pihaknya akan melakukan pengerukan beberapa saluran air dan kali yang ada di Kota Cilegon. Ada delapan titik kali yang menjadi perhatian untuk dilakukan pengerukan. "Anggaran untuk normalisasi kali pada tahun ini (2018-red) sebesar Rp 1,3 miliar," kata Tedi kepada Banen Raya, Rabu (26/9).

Tedi menjelaskan, delapan aliran kali yang akan dilakukan normalisasi diantaranya aliran kali di sekitar Perumahan Praja Mandiri, aliran kali di Kedaleman, aliran Kali di sekitar Pasar Baru Kranggot, aliran kali yang berada diantaran Pemkot Cilegon dan Polres Cilegon serta beberapa aliran kali di Ciwandan, Pulomerak, dan Grogol. "Ada delapan aliran kali. Akan dikeruk sebelum datangnya musim penghujan," jelasnya.


Menurut Tedi, pengerukan dilakukan pada kali yang telah mengalami sedimentasi. Sedimentasi disebabkan oleh sampah maupun lumpur. "Normalisasi dilakukan agar badan sungai kembali dalam dan lebar dan mencegah aliran air yang meluap saat hujan lebat," tuturnya.


Selain normalisasi kali yang saat ini dilakukan oleh DPUTR, tambah Tedi, normalisasi juga dilakukan oleh  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamarayan Barat. Salah satu aliran kali yang sedang dinormalisasi oleh BBWS adalah Kali Bedeng yang melintas di Kedaleman, Kecamatan Cibeber.

"Untuk mengantisipasi banjir, tentu bukan hanya kita saja yang melakukan pencegahan. Kami juga minta dukungan masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai, dan dukungan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain seperti DLH (Dinas Lingkungan Hidup), Dinas Satpol PP untuk penertiban bangunan liar disekitar kali, dan kelurahan atau kecamatan untuk sosialisasi ke warganya," tambahnya.


Tedi menerangkan, untuk normalisasi kali, saat ini DPUTR juga masin menemui kendala terkait ketidaktersediaanya alat berat yang berjenis long arm. "Sehingga, untuk kali yang dalam seperti di aliran Pasar Baru Kranggot tidak bisa dengan alat berat biasa. Itu pakai eksavator long arm," akunya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Bahan Bekas Berbahaya (B3) pada DLH Kota Cilegon Mochammad Teddy Soeganda mengatakan, untuk pengerukan kali dan aliran sungai lainnya kewenangannya DPUTR.

Namun, selama ini pihaknya juga selalu membantu dalam hal pengangkutan ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung. "Kalau untuk penyediaan kontainer sampah ke masyarakat sudah kami lakukan, imbauan juga sering dilakukan," katanya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook