8 Anggota Geng All Base Lima5 Dituntut 10 Tahun

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 28 September 2018 - 12:58:45 WIB   |  dibaca: 293 kali
8 Anggota Geng All Base Lima5 Dituntut 10 Tahun

MENUNGGU SUDANG : Terdakwa penyerangan 49 pelajar SMK YKTB I Bogor yang mengakibatkan 1 orang tewas, menuggu jalannya sidang di PN Serang, kemarin.

SERANG- Anggota geng All Base Lima5 atau pelaku penyerangan 49 pelajar SMK Yayasan Kejuruan Tekhnlogi Baru (YKTB) I Bogor yang mengakibatkan satu orang tewas, pada 17 Maret 2018, dituntut berat oleh jaksa penutut umum (JPU). Delapan terdakwa terancam hukuman 10 tahun, sedangkan satu terdakwa lainnya dituntut 11 tahun penjara.


JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang Subardi mengatakan, sembilan terdakwa yaitu Aji Riski, Agus Sahlan, Ilham Budi Pratama, Rohmat, Muhammad Arif, Juhri, Firman, Nurohim dan Sae Muhidi terbukti bersalah melanggar pasal 170 ayat 2 angka 3 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) karena bersama-sama melakukan kekerasan (pengeroyokan) yang menyebabkan kematian.

"Menuntut terdakwa Aji Riski, Agus Sahlan, Ilham Budi Pratama, Rohmat, Muhammad Arif, Juhri, Firman, Nurohim dengan hukuman penjara 10 tahun dikurangi selama menjalani tahanan," kata Subardi dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Serang, Kamis (27/9).


Subardi menjelaskan, untuk terdakwa Sae Muhidi dituntut 11 tahun atau lebih tinggi dari ke delapan terdakwa lainnya. Sae dituntut lebih berat karena menjadi otak penyerangan puluhan pelajar SMK YKTB I Bogor saat berada di Kota Serang."Terdakwa mengirimkan pesan melalui grup whats app All Base Lima5, tersebut sekira jam 15.01, yang isi pesannya yaitu coba kondisekeun geh. Pesan tersebut dengan maksud memberikan perintah kepada anggota grup All Base Lima5 untuk melakukan penghadangan dan kekerasan terhadap rombongan anak sekolah dari Bogor," ujarnya.


Dalam uraian tuntutan yang dibacakan oleh Subardi, Sae juga menyuruh Muhamad Arif untuk memonitor rombongan tersebut dan menyuruh teman-temannya agar memukuli serta melempar rombongan SMK YKTB I Bogor dengan batu.

Terdakwa Sae sudah memerintahkan untuk melakukan penyerangan saat 47 orang pelajar SMK YKTB I Bogor melintas di jembatan tol Pakupatan. Selanjutnya rekan-rekan (saksi) terdakwa menyerang Rombongan. Rombongan pelajar Bogor pun berlarian.

Namun Rizki Adi Kusuma (korban tewas) terjatuh, dan saat itu Firman Hadiyansyah membacok korban dengan menyabetkan senjata tajam jenis gergaji besar, sehingga mengenai paha korban sebelah kanan.

Kemudian, Ilham Budi Pratama membacok korban menggunakan celurit dan mengenai punggung bagian kiri. Selanjutnya, terdakwa Nurohim menebaskan celuritnya ke paha kiri korban, sehingga korban meninggal dunia.
 

Kuasa hukum terdakwa Gempur Maharditha mengaku akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi atas tuntutan JPU Kejari Serang, karena dinilai cukup memberatkan. "Kita mengajukan pledoi," ujarnya.Untuk diketahui, penyerangan pelajar SMK YKTB 3 Bogor itu terjadi di Jalan Lingkar Kemang, Panancangan, Cipocokjaya, Kota Serang, sekira pukul 20.00, Sabtu (17/3). Satu pelajar SMK YKTB 3 Bogor tewas di lokasi kejadian. Korban diduga meninggal akibat tusukan benda tajam di bagian paha dan perut kiri. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook