Semua Warga Harus Jadi Peserta JKN

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 28 September 2018 - 13:03:55 WIB   |  dibaca: 361 kali
Semua Warga Harus Jadi Peserta JKN

TERDAFTAR : Warga Kota Serang memperlihatkan kartu peserta JKN, kemarin. Per 1 Januari 2019 semua warga harus jadi peserta JKN.

SERANG- Semua warga Indonesia diharuskan terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan paling lambat 1 Januari 2019. Namun hingga kini masih banyak daerah di Provinsi Banten yang masih rendah dalam mendorong warga menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Asisten Deputi Monitoring dan Evaluasi BPJS Kesehatan Sub Divre Banten, Lampung, dan Kalimantan Tafif Hermansyah mengatakan bahwa sesuai Keputuran Presiden Nomor 8 disebutkan bahwa pemerintah daerah wajib mendafttarkan warganya menjadi peserta program JKN (jaminan kesehatan nasional).

Batas akhirnya sampai dengan 1 Januari 2019. Sayang masih banyak kabupaten/kota di Banten yang belum maksimal dalam mendorong warganya menjadi peserta JKN.“Peran pemda dalam mendaftarkan warganya menjadi peserta JKN belum maksimal,” ujar Tafifi, Rabu (26/9).

Tafif mengungkapkan bahwa di Banten diperkirakan baru 79 persen penduduk yang daftar menjadi peserta BPJS Kesehatan. Itupun mayoritas dibiayai oleh anggaran pemerintah pusat atau APBN. Ia menyebut dari peserta BPJS Kesehatan di Banten yang mencapai sekitar 8 juta orang, sebanyak 6 juta di antaranya dibiayai APBN.“Maka pemda harus mendorong agar semua warga masuk menjadi peserta BPJS Kesehatan yang dianggarkan dalam APBD murni tahun 2019,” ujarnya.

Tafif mengaku dari kabupaten/kota di Banten baru wilayah Tangerang Raya yang sudah maksimal mendorong warganya agar menjadi peserta JKN. Menurutnya, pemerintah Tangerang sudah 90 persen lebih mendaftarkan warganya menjadi peserta JKN. Sementara Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Serang masih rendah karena warga yang didaftarkan menjadi peserta PBJS Kesehatan baru sekitar 50-60 persen.“Kita terbantu oleh progres yang dilakukan Tangerang,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa seharusnya pemerintah daerah menganggarkan anggaran 10 persen untuk kesehatan yang digunakan untuk kepentingan kepesertaan JKN. Dari data yang ada pemerintah daerah seharusnya bisa memetakan jumlah warga yang belum menjadi peserta JKN.“Masih ada waktu sampai 1 Januari 2018,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Toyalis mengatakan bahwa sampai saat ini Kota Serang baru berhasil mendorong warga untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan sebanyak 68 persen dari 630.000-an warga Kota Serang. Sementara jumlah warga yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan mencapai 170.000-an orang.“Kendalanya ada yang gagal bayar, nunggak, bahkan ada yang enggak mau,” katanya.

Toyalis menyatakan bahwa sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah pada 1 Januari 2019 mendatang, jumlah penduduk yang sudah masuk peserta PBJS Kesehatan harus mencapai 95 persen. Ia sendiri menargetkan capaiannya minimal bisa mencapai 90 persen. “Kalau semuanya mendukung, insya Allah target tercapai,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa sebenarnya DPMPTS memberlakukan agar siapa pun yang mengajukan izin disyaratkan daftar menjadi peserta BPJS Kesehatan. Hanya saja ia belum tahu pelaksanaanya saat ini. Padahal, hal itu seharusnya berlaku karena instruksi dari pemerintah pusat pun sudah disampaikan sejak lama. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook