Pembangunan Kesejahteraan Keluarga Dinilai Lamban

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 28 September 2018 - 15:07:35 WIB   |  dibaca: 557 kali
Pembangunan Kesejahteraan Keluarga Dinilai Lamban

SINERGIS : Pengurus P2WKSS Kabupaten Serang menggelar rakor yang dibuka Sekda Pemkab Serang Tb Entus Mahmud Sahiri, Kamis (27/9).

SERANG –  Keluarga sehat dan sejahtera menjadi dambaan semua masyarakat. Tidak terkecuali masyarakat Kabupaten Serang. Upaya untuk mewujudkan hal itu terus diupayakan, walaupun belum berjalan dengan baik.

Pengurus Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) Kabupaten Serang dari berbagai lintas sektoral berkumpul di ruang rapat Tb Saparudin, Pemkab Serang untuk menggelar rapat koordinasi (rakor). Dalam rakor tersebut semua pihak dituntut untuk meningkatkan perannya masing-masing dalam mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera.


“Peningkatan peran wanita menuju keluarga sehat sejahtera itu nomenklaturnya ada di P2WKSS, tapi untuk program pembangunannya tugas lintas sektor,” kata Oyon Suryono, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang, Kamis (27/9).


Untuk mewujudkan keluaraga ideal tersebut diperlukan pembangunan fisik maupun non fisik. Untuk yang berkaitan dengan fisik seperti pembangunan kesehatan, pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat termasuk program isbat nikah. “Untuk yang nonfisik pembinaan mental dan spiritual. Jadi ini memang tugas kita bersama,” ujarnya.


Program P2WKSS tidak hanya menjadi tugas Pemkab Serang namun juga perlu dukungan dari pemerintah desa dan partisipasi masyarakat secara luas. “Untuk program P2WKSS ini memang dari pusat ditargetkan satu tahun dua desa, padahal keinginan kita satu tahun itu paling tidak dua desa di setiap seluruh kecamatan. Kalau tidak begitu lama selesainya,” tuturnya.


Keluarga dapat dikategorikan sehat dan sejahtera, lanjut Oyon, setidaknya dapat memenuhi kebutuhan menadas baik lahir maupun batin, kemudian spiritual, dan memiliki ketahanan keluarga yang baik. “Kalau untuk data berapa keluarga yang sehat dan sejahtera yang melakukan penilaian BPS (Badan Pusat Statistik),” katanya. (TANJUNG)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook