Tangkap 45 Pelaku Penjarahan

nurul roudhoh   |   Nasional  |   Rabu, 03 Oktober 2018 - 15:41:52 WIB   |  dibaca: 110 kali
Tangkap 45 Pelaku Penjarahan

KACAU : Kondisi pusat perbelanjaan palu Grand Mall Kota Palu, Sulawesi Tengah, paska dijarah warga, Selasa (2/10).

JAKARTA -- Penjarahan yang merajalela pasca gempa Palu ditindak tegas oleh Polri. Khususnya, pelaku penjarahan yang bukan untuk kepentingan bertahan hidup. Sebanyak 45 pelaku pencurian ditangkap petugas.

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, laporan terakhir dari Polda Sulteng diketahui ada sejumlah penjarahan atau pencurian yang terjadi. Seperti, Mal Tatura, sejumlah titik ATM, Gedung Adira, berbagai toko bukti di Anjungan Nusantara. ”Namun, Polri bergerak mencegah penjarahan tersebut,” ungkapnya.

Dari semua lokasi itu telah diamankan 45 orang pelaku pencurian atau penjarahan. Ada berbagai barang bukti yang didapatkan dalam upaya penjarahan itu, dari linggis, obeng, kunci T, sepeda motor, palu dan mesin ATM. ”Kemarin kan saya bilang kalau makanan diberikan toleransi, kalau yang diambil mesin ATM, speaker, apa ya mau dimakan juga. Kami tindak tegas,” keluhnya.

Menurutnya, penjarahan yang meluas itu bukanlah dampak pemerintah memperbolehkan mengambil bahan pangan di mini market. Melainkan karena kondisi dan situasi yang ekstrim pasca gempa. ”Kita lihat ini spontan, atau malah ada yang mengkoordinir,” terangnya.

Tentunya, pengamanan terhadap sejumlah lokasi yang potensial dijarah dilakukan. menurutnya, penambahan personil terus dilakukan untuk memberikan stabilitas keamanan sekaligus membantu evakuasi. ”Ini langkah agar tidak meluas juga,” urainya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan penjarahan yang terjadi itu karena korban mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan akanan. Apalagi saat itu jumlah petugas keamanan masih belum banyak. Saat ini sudah hampir 3.000 polisi dan tentara untuk menjaga ketertiban dan keamanan.  ”Pasti tidak boleh dong, masa boleh menjarah. Enggak boleh apapun. Dan itu sudah dibantah dijelaskan oleh bapak mendagri bahwa tidak begitu,” ujar JK.

Para penjarah itu akan ditindak sebagai pelaku kriminal. Tapi, JK akan memantau perkembangan situasi. Misalnya dengan cara melacak para pelaku penajarahan. ”Setidak-tidaknya dikembalikan.Tidak ada gunanya juga ambil TV,” tambah dia.

Sementara Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto menjelaskan bahwa Polri juga fokus untuk menyelidiki hilangnya alat pendeteksi tsunami di pantai sekitar Palu. Perlu dicek apakah hilangnya sebelum tsunami atau setelah tsunami. ”Kalau sebelumnya, siapa ini. Berapa yang hilang,” ungkap mantan Kabareskrim tersebut.

Persoalan utama pasca gempa di Palu, lanjutnya, adalah transportasi. Dimana jalur darat terputus hingga bantuan dari luar sulit untuk masuk. ”Tapi, Polri dan TNI terus berupaya memanfaatkan alat berat di daerah yang ada untuk membuka jalur. Tapi, kendala bahan bakar juga menghadang. Sekarang jalur sudah mulai terbuka dan semua bisa masuk,” paparnya.

Setyo menambahkan, selain menggunakan alat berat, Polri juga berupaya menembus daerah-daerah yang masih terisolasi dengan sepeda motor. ”Jalau longsong hancur, kita usahakan masuk dengan kendaraan apapun. Kalau kendaraan besar tidak bisa, sepeda motor,” ujarnya.

Memang ada helikopter yang bisa digunakan dalam upaya pemulihan pasca gempa. Setidaknya ada dua helikopter Polri yang saat ini digunakan. ”Masalahnya itu bahan bakarnya, kalau ke Palu tidak ada bahan bakar. tidak bisa balik lagi,” tuturnya. (jpg)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook