Office Boy Gondol 566 Sertifikat Tanah

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Rabu, 03 Oktober 2018 - 15:48:30 WIB   |  dibaca: 489 kali
Office Boy Gondol 566 Sertifikat Tanah

TERGIUR TAWARAN UANG : Pelaku pencurian 566 sertifikat tanah dipamerkan dalam ekspos di Mapolres Lebak, Selasa (2/10).

RANGKASBITUNG - Hendi Hendratno (46), seorang office boy (OB) di Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Lebak nekat mencuri 566 sertifikat tanah milik masyarakat yang disimpan di kantor tersebut di jalan Jenderal Sudirman, Desa Narimbang Mulya, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Aksi Hendi ini diungkap dalam ekspos di mapolres Lebak, Selasa (2/1).

"Kejadian aksi curat (pencurian dengan pemberatan) sudah lama, 15 Agustus dan laporan polisi diterima 6 September. Modusnya pelaku yang bekerja sebagai OB masuk lewat gorong-gorong  BPN kemudian menggunakan tangga buka dan masuk lewat genteng," kata Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto.


Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, setelah berhasil masuk lewat atap, pelaku mengendap-endap ke ruang arsip. "Dari situ dia mengambil lima bundel sertifikat sebanyak 566 buku sertifikat tanah. Kasihan ini punya masyarakat," katanya.


Kepada polisi, Hendi mengaku tidak sendiri melakukan kejahatannya. Ia disuruh oleh seseorang berinisial AJ. AJ ini yang saat ini masih diburu oleh polisi. "Saat ini masih dilakukan pencarian. Si pelaku ini mendapatkan uang muka Rp 5 juta untuk melakukan aksi pencurian dan kalau sertifikat ini diserahkan sama yang nyuruh, maka ia akan mendapat bonus tambahan uang Rp 50 juta, ini menurut keterangan pelaku," katanya.


Kapolres mengungkapkan, kerugian yang dialami Kantor Pertanahan Kabupaten Lebak atas pencurian itu mencapai Rp157.075.000. "Tapi yang jelas kalau ini diambil akan dijualbelikan ke masyarakat. Adapun pasal yang disangkakan terhadap pelaku pasal 363 ayat 3 dan 5 KUHPidana. Diancam hukuman tujuh tahun penjara," katanya.


Kasatreskrim Polres Lebak AKP Oka Nurmulia Hayatman menuturkan, pelaku berhasil diamankan di kediamannya di Kampung Narimbang Pasir, RT 02 RW 02, Desa Narimbangmulya, Rangkasbitung. "Pelaku berhasil diciduk kemarin malam tanpa melakukan perlawanan. Pelaku merupakan pegawai cleaning service atau OB di Kantor BPN," katanya.


Sementara itu, Hendi Hendratno mengaku sudah bekerja menjadi OB di BPN selama enam tahun. Ia mau melakukan pencurian karena tergiur uang yang ditawarkan AJ. "Saya sudah enam tahun bekerja di BPN. Namun tertarik ajakan AJ yang memberi uang Dp Rp 5 juta dan bonusnya Rp 50 juta kalau berhasil menggasak sertifikat tanah seluas 50 hektar," katanya. (purnama)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook