Nilla Suprapto Divonis 1 Tahun Penjara

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 04 Oktober 2018 - 15:17:10 WIB   |  dibaca: 780 kali
Nilla Suprapto Divonis 1 Tahun Penjara

VONIS 1 TAHUN : Nilla Suprapto terbaring di tempat tidur orang sakit, saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Serang dalam kasus dugaan korupsi proyek sodetan Cibinuangen, Rabu (3/10). Nila divonis 1 tahun penjara.

SERANG- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang menjatuhkan vonis 1 tahun penjara kepada pemegang saham PT Delima Agung Utama (DAU) Nilla Suprapto yang jadi tersangka kasus korupsi proyek sodetan Cibinuangen, Kabupaten Serang tahun 2011 senilai Rp 19 miliar, Rabu (3/10).

Ketua Majelis Hakim Tipikor Serang Epiyanto mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang saksi, salah satunya Direktur PT Mekar Tunas Jaya (MTJ) Ratu Lilis Karyawati, Nilla Suprapto terbukti melanggar pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

"Majelis hakim berpendapat dakwaan primer tidak terbukti karena salah satu unsur dari pasal 3, yakni dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi tidak terbukti. Nilla terbukti dakwaan subsider, karena tidak berupaya menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi," kata Majelis Hakim di hadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Banten saat sidang.


Epiyanto menjelaskan, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Nilla Suprapto dengan pidana penjara selama 1 tahun dan membayar denda sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan bilamana denda tersebut tidak dibayar maka kepada terdakwa diwajibkan menjalani pidana kurungan selama 1 bulan."Terdakwa juga diharuskan membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp 199.770.000.

Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama dalam 1 bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dan apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka dipidana dengan pidana penjara selama 6 bulan," jelasnya.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU Kejati Banten yang menuntut 1,5 tahun pidana penjara terhadap Nilla Suprapto. Adapun hal-hal yang meringankan terdakwa yaitu, selama dalam persidangan terdakwa berperilaku kooperatif meski dalam keadaan sakit, berlaku sopan dalam persidangan, terdakwa belum pernah dihukum dan terdakwa menyesali perbuatannya.


"Sedangkan hal yang meringankan yaitu terdakwa Nilla Suprapto tidak membantu program pemerintah untuk memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia. Sedangkan untuk uang yang Rp 183.800.000 dan Rp 15.770.000 yang disita akan digunakan terdakwa untuk membayar uang pengganti," jelasnya.

Menanggapi vonis majelis hakim, JPU Kejati Banten dan kuasa hukum terdakwa, Rian Pratama mengaku masih mempelajari putusan tersebut sebelum mengambil upaya banding. "Kami pikir-pikir dulu ketua," katanya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook