Pesta Sabu, Tiga Warga Dibekuk

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 04 Oktober 2018 - 15:50:59 WIB   |  dibaca: 624 kali
Pesta Sabu, Tiga Warga Dibekuk

DIAMANKAN : Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono (tengah) didampingi jajarannya memperlihatkan plastik berisi sabu hasil penangkapan dari tiga pelaku, Rabu (3/10).

PANDEGLANG - Tiga pengguna narkoba jenis sabu dibekuk tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pandeglang. Ketiga tersangka adalah Okta (24), warga Kampung Maja Tengah, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari; Samsul Rizal (24), warga Kampung Sabi Masjid, Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang; dan Umaedi (29), warga Kampung Nyodor, Desa Padasuka, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Selain pengguna, Umaedi juga berperan sebagai pengedar barang terlarang itu.


Dari tangan tiga tersangka, polisi berhasil mengamankan 6 plastik bening berisi sabu seberat 22,26 gram, alat hisap atau bong, uang tunai senilai Rp 1,3 juta, tiga telepon genggam berbagai merek, dan satu unit sepeda motor jenis matic.


Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono menyebutkan, penangkapan dilakukan petugas di rumah tersangka Okta di Kampung Maja Tengah, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Minggu (30/9) malam. Saat itu, Okta bersama Samsul Rizal, dan Umaedi sedang pesta sabu.


Penangkapan ketiga tersangka merupakan hasil pengembangan oleh petugas. "Berawal dari 1 paket kecil, kemudian dikembangkan lalu didapat paket besar," kata Kapolres didampingi Kasat Narkoba Polres Pandeglang AKP Sugiar Ali Munandar saat gelar perkara di Mapolres Pandeglang, Rabu (3/10).


Menurut kapolres, dari barang bukti sabu yang berhasil diamankan seberat 22,26 gram dinilai cukup besar untuk di wilayah Pandeglang. "Hasil ini cukup lumayan (besar_red), dengan berat 22,26 gram," katanya.


Dari penangkapan itu, kata Indra, pihaknya tengah melakukan pengembangan karena berdasarkan pengakuan para tersangka, barang haram itu diperoleh dari seorang bandar di Serang. Identitas pemasok sabu itu sudah diketahui petugas. "Perkara ini masih kami kembangkan untuk mencari dari mana mereka mendapatkan sabu. Kita sudah lacak, identitasnya sudah kami kantongi, tinggal kita cari waktu yang tepat untuk dilakukan penangkapan," terangnya.


AKP Sugiar Ali Munandar menambahkan, saat ini pihaknya terus melakukan pengembangan guna mendapatkan pelaku lainnya. "Informasi mereka mendapat barang dari Palima (Kota) Serang. Kami akan mengejar bandar yang memasok narkoba ini karena diperkirakan ini jaringan besar," tuturnya.


Menurutnya, ketiga tersangka sudah sering memakai narkoba jenis sabu secara bersama-sama. Sabu yang mereka jual ke wilayah Pandeglang target pemesannya adalah kalangan dewasa. "Mereka sudah cukup lama pakai begituan (sabu-red). Mereka bersama (menggunakan sabu) sudah 4 kali, jadi sekitar 1 tahunan pakai sabu. Kalau target pemasaran wilayah Pandeglang dan orang-orang biasa saja, kalangan pekerja dengan usia dari 25 tahun ke atas," ujarnya.


Akibat perbuatannya, ketiga tersangka yang masih tergolong remaja itu terancam Pasal 112, 114, dan 131 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Dari penuturannya, Umaedi mengaku, hasil penjualan narkotika jenis sabu itu digunakan untuk biaya hidup.

Dia mengaku sudah mengedarkan narkoba hampir satu tahun, dengan harga sabu hingga jutaan rupiah. "Untuk kebutuhan sehari-hari saja. Saya menjadi pengedar sudah hampir 1 tahun, dan sudah 6 kali menjual ke pengguna. Biasanya menjual berdasarkan pemesanan, harga per gram Rp 1,2 juta," kata Umaedi. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook